Ekspansi Anak Usaha Diproyeksi Kerek RAJA pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) diproyeksikan akan mendapatkan katalis dari ekspansi sejumlah anak usahanya pada kuartal I-2026. Perseroan milik Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro ini akan membawa salah satu anak usaha subholding midstream untuk melantai di bursa pada 2026.
Di segmen midstream, RAJA menjalankan bisnis infrastruktur transportasi dan distribusi gas alam lewat jaringan pipa dan fasilitas pengolahan. Total terdapat sembilan anak usaha yang bergerak di sektor ini. Tiga anak usaha dimiliki langsung RAJA, yaitu PT Triguna Internusa Pratama, PT Petrotech Penta Nusa, dan PT Heksa Energi Mitraniaga.
Sementara enam perusahaan lainnya dimiliki melalui entitas anaknya. Keenam anak usaha RAJA di segmen midstream adalah PT Hafar Daya Konstruksi, PT Hafar Capitol Nusantara, PT Hafar Samudera, PT Trimitra Cipta Mandiri, PT Bravo Delta Persada dan PT Artifisial Teknologi Persada.
Kinerja apik perseroan juga ditopang anak usaha di segmen upstream atau produksi hulu migasnya, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk atau RATU.
Sekadar informasi, RATU melalui anak usahanya PT Raharja Energi Madura (REM) pada Desember 2025 lalu telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan SMS Offshore Overseas Limited, menyusul rencana pembelian 100% saham SMS Development Limited.
SMS Development Limited sendiri merupakan perusahaan asal British Virgin Islands yang memiliki kepemilikan saham sebesar 20% pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Nama yang terakhir ini merupakan kontraktor kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi pada Wilayah Kerja Selat Madura berdasarkan Production Sharing Contract (PSC) dengan SKK Migas.
Menariknya lagi, RATU selaku anak usaha RAJA tengah memantau sekitar 20 blok migas yang akan masuk dalam pipeline akuisisi, setelah melakukan kajian dan menilai kesesuaian aset dengan strategi dan profil risiko. RAJA selaku induk usaha tentunya memprioritaskan agar anak usahanya ini mengakuisisi blok migas yang sudah berada dalam tahap operasi atau produksi.
Jika langkah akuisisi oleh RATU terealisasi, maka akan ada proyeksi pendapatan yang bisa diatribusikan kepada induk usahanya.
Baca Juga
Rukun Raharja (RAJA) Pertahankan Kenaikan Kinerja, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Melansir Investing.com, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif jika melihat laporan kinerja untuk periode yang berakhir pada September 2025, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terlihat jelas pada lini pendapatan perusahaan yang berhasil mencapai Rp1,141 triliun, atau meningkat 13,97% dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp1,001 triliun.
Berikutnya keberhasilan manajemen dalam mengelola biaya operasional tecermin pada lonjakan laba operasional yang sangat signifikan, melesat dari Rp157,615 miliar menjadi Rp232,526 miliar atau tumbuh 47,53%. Tren positif ini diikuti oleh laba bersih perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 38,97% menjadi sebesar Rp106,734 miliar pada September 2025.
Sejalan dengan peningkatan laba bersih tersebut, nilai keuntungan per saham atau Diluted EPS juga mengalami apresiasi yang menggembirakan bagi investor dengan kenaikan sebesar 38,91% menjadi Rp25,24 per lembar saham. Indikator kesehatan keuangan lainnya seperti EBITDA juga memperlihatkan kekuatan fundamental perusahaan dengan pertumbuhan sebesar 38,57% menjadi Rp314.907 juta.
Sementara di sisi anak usahanya, RATU membukukan pendapatan sebesar US$ 196,04 juta. Angka ini naik 3,36% dibandingkan periode yang sama 2024 dengan besaran US$ 189,66 juta.
Pendapatan ini ditopang oleh pendapatan dari penjualan gas sebesar US$ 106,4 juta, lifting minyak dan gas sebesar US$ 37,61 juta, jasa penyaluran minyak dari kerja sama operasi sebesar US$ 25,75 juta, dan jasa penyaluran gas sebesar US$ 6,8 juta.
Digadang-dagang akan meroket pada kuartal I-2026, performa RAJA di lantai bursa bergerak fluktuatif. Harga selembar saham RAJA sebesar Rp 5.825 atau naik 37,71% secara tahunan.

