IHSG makin Terpuruk Jatuh 2% dalam 10 Menit Transaksi, Big Cap kembali Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2/2026), tak kunjung berakhir. Hanya dalam 10 menit transaksi pagi ini, IHSG telah anjlok 165 poin (2,05%) menjadi 7.754.
Penurunan tersebut dipicu berlanjutnya kejatuhan seluruh sektor saham, seperti consumer primer, consumer non primer, energi, material dasar, property, dan infrastruktur. Sebaliknya saham sektor kesehatan masih catat kenaikan.
Baca Juga
Penurunan dipicu berlanjunjutnya kejatuhan saham-saham big cap dan konglomerasi, seperti saham grup Prajogo Pangestu, grup Haji Isam, dan grup Happy Hapsoro. Adapun big cap dengan katuhan paling dalam disumbangkan saham TPIA, DSSA, BREN, hingga saham BBCA.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh parah sebanyak 406,88 poin (4,88%) menjadi 7.922. Meski demikian, pemodal asing justru agresif memborong saham yang ditunjukkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 654,93 miliar di seluruh pasar, terbanyak saham BBCA senilai Rp 427,48 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan indek saham bursas Asia. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan paling dahysat dicatatkan saham material dasar melemah 10,74%, sektor energi turun 7,66%, sektor consumer primer melemah 7,67%, seketor infrastruktur turun 6,06%, sektor property melemah, 6,27%.
Penurunan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham-saham konglomerasi, seperti saham Sinarmas DSSSA, saham AMMN, saham grup Aguan PANI dan CBDK, saham Prajogo Pangestu BREN, BRPT, TPIA, PTRO, dan saham konglomerasi Happy Hapsoro, dan emiten Haji Isam.

