Harga Emas Melonjak, Bagian dari Reposisi Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia melejit. Emas sempat menembus US$ 5.450,2 per troy ons. Jumat (30/1/2026), harga emas dunia menurun 1,67% ke posisi US$ 5.220,11 per troy ons.
Menanggapi posisi emas yang tembus dari level US$ 5.000 Senior Markets Strategist & Head of Public Policy (Americas) dari World Gold Council, Joseph Cavatoni menyebut bahwa kondisi ini mencerminkan kombinasi reposisi investor, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, serta berlanjutnya permintaan ketahanan portofolio.
“Investor yang sebelumnya memiliki alokasi emas rendah kini meninjau kembali asumsi mereka, dan realokasi inilah yang mendorong harga naik lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan oleh banyak model valuasi tradisional,” kata Joseph dalam keterangan resmi yang dikutip Investortrust.id, Jumat (30/1/2026).
Joseph mengatakan dalam 30 hari terakhir, emas telah melonjak lebih dari US$ 500. Hal ini bukan sekadar spekulasi berlebih, melainkan bukti betapa cepatnya sentimen pasar berubah.
Meski demikian, reli ini disertai volatilitas jangka pendek yang meningkat. Pertanda bahwa pasar masih beradaptasi dengan era harga emas jangka panjang yang lebih tinggi.
“Risiko terbesar bagi emas adalah membaiknya sentimen risiko global secara signifikan, terutama jika pertumbuhan ekonomi menguat tanpa disertai ketegangan geopolitik,” jelas dia.
Baca Juga
Kepastian jalur pertumbuhan, berkurangnya ketidakpastian, serta pulihnya kepercayaan terhadap koordinasi kebijakan dapat mengurangi urgensi kepemilikan aset defensif. Selain itu, kenaikan suku bunga, penguatan dolar AS, atau peralihan berkelanjutan untuk kembali ke aset berisiko juga berpotensi memperlambat momentum emas.
Meski demikian, saat ini belum ada tanda-tanda kuat akan terjadinya kondisi tersebut, sehingga posisi emas tetap kokoh.
Jika kondisi saat ini terus bertahan, termasuk ketidakpastian yang tinggi, dinamika kebijakan yang disruptif, dan kebutuhan diversifikasi, emas diprediksi akan tetap berada di atas level tertinggi sebelumnya dan terus menguji level baru pada 2026.
Namun, kata Joseph, laju pergerakan harga tetap menjadi faktor penting. Kenaikan bertahap akan jauh lebih berkelanjutan daripada lonjakan yang terlalu cepat.
“Koreksi jangka pendek atau fase konsolidasi adalah hal yang wajar dan justru dapat memperkuat fondasi harga emas yang lebih tinggi dalam jangka panjang,” ujar dia.

