Investor Reposisi Portofolio, Saham Fundamental Kokoh kembali Jadi Incaran
JAKARTA, investortrust.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat hingga 3% pada awal pekan ini dan bertahan positif hingga penutupan sesi I perdagangan Selasa (21/10/2025). Penguatan ini terjadi seiring rotasi investor ke saham-saham berfundamental kuat setelah harga saham konglomerat dinilai mulai mahal.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa saat ini investor mulai mereposisi portofolio ke saham dengan fundamental kokoh. “Saham konglomerat sudah overvalued, jadi wajar investor beralih ke saham berfundamental bagus, karena harganya undervalued dan dividen yield atraktif, terutama saham bank BUMN atau Himbara,” ujarnya kepada Investortrust.id.
Baca Juga
Aksi tinggi investor terhadap saham konglomerasi terlihat dari penurunan drastis saham emiten Haji Isam dan saham-saham Lippo Group. Begitu juga dengan saham emiten Prajogo Pengestu bergerak volatil dalam sepekan terakhir. Secara teknikal, IHSG dinilai kembali memasuki fase uptrend, dengan pergerakan rata-rata (moving average/MA) 20 hari dan 60 hari yang menguat.
Dari sisi global penguatan pesat indeks dalam dua hari ini, menurut dia, sentimen positif datang dari meredanya potensi US government shutdown dan tensi perang dagang AS–China. Selain itu, ekspektasi penurunan Fed Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir Oktober turut memperkuat optimisme pasar.
Sementara di dalam negeri, konsensus ekonom memproyeksikan penurunan BI Rate sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (22/10), yang diperkirakan menjadi katalis positif jangka pendek bagi IHSG.
Baca Juga
IHSG Sesi I Lanjutkan Rebound 1,09%, Saham BBCA Kembali Jadi Motor Pendorong
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG menguat 1,09% ke level 8.177, melanjutkan tren positif sejak awal pekan. Saham-saham blue chip seperti BBCA naik 5,4%, TLKM menguat 4,1%, dan BBRI terapresiasi 1,6%, menjadi motor penggerak indeks.
Sektor IDX Transportation dan IDX Infrastructure tercatat sebagai dua indeks sektoral dengan kenaikan terbesar, di antara tujuh sektor yang bergerak di zona hijau. Sejalan dengan IHSG, bursa-bursa utama Asia juga masih melanjutkan penguatan hingga siang hari ini.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 8.020–7.956 dan resistance 8.186–8.239.

