Danantara: Jika Pasar Modal RI Turun Kelas, Outflow Dana Asing bisa Capai US$ 50 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa apabila pasar modal Indonesia turun kelas dari emerging market menjadi frontier market berdasarkan penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI), dana asing bisa hengkan berkisar US$ 25-50 miliar.
Menurut Pandu, potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market oleh MSCI harus diantisipasi dengan serius, karena berisiko memicu arus keluar dana asing dalam jumlah besar.
Baca Juga
Usai Pembekuan MSCI, Pasar Saham Waspadai Risiko Outflow Dana Asing hingga US$ 60 Miliar
“Kalau pasar saham Indonesia turun kelas menjadi frontier market, kurang lebih US$ 25–50 billion outflow,” ungkap Pandu dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Pengumuman MSCI terkait evaluasi free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes sebelumnya memicu tekanan hebat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke level 8.320 pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), bahkan sempat mengalami trading halt selama 30 menit setelah turun lebih dari 8%.
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun Hanya 1,06% hingga Big Cap Mulai Rebound, Bandingkan Intraday Sempat Anjlok 10%
Pandu menuturkan, apabila Indonesia benar-benar diturunkan ke kategori frontier market, maka pasar modal domestik akan sejajar dengan negara-negara seperti Bangladesh, Pakistan, Burkina Faso, dan Senegal dalam klasifikasi MSCI.
Ia menilai catatan dan rekomendasi strategis yang disampaikan MSCI kepada para pemangku kepentingan pasar keuangan di Indonesia sudah sangat jelas. Namun, langkah lanjutan sepenuhnya diserahkan kepada regulator. “Mungkin ini cita-cita dari regulasi saya tidak tahu, saya serahkan kepada regulator,” pungkas Pandu.

