IHSG Anjlok Gegara 'Keluhan' MSCI, Danantara Bilang Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, memberikan respons terkait anjloknya IHSG imbas dari adanya 'keluhan' dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pengumuman MSCI terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes memicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 7,35% menjadi 8.320 pada penutupan Rabu (28/1/2026). Bahkan, IHSG sempat terkena trading halt selama 30 menit karena anjlok 8%.
Meski bukan sebagai regulator, Ali menyebut Danantara dapat berpartisipasi untuk memperbaiki kinerja pasar keuangan dalam negeri.
"Indonesia memiliki perkembangan yang 'mixed' dalam pasar keuangan. Misalnya, dalam pasar uang, peran Bank Indonesia sangat besar dalam mendukung perkembangan dan pendalaman pasar. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama terkait dengan instrumen mitigasi risiko dan suku bunga," ungkapnya pada acara India Night 2026 di The Westin, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
BEI Kembali Trading Halt Transaksi Saham, IHSG Terjun 8% Hanya dalam 26 Menit
Meski memahami bagaimana kekhawatiran MSCI terhadap kondisi pasar saham Indonesia, ia menyebut IHSG mesti di lihat terkait detail bagaimana volume serta likuiditasnya.
"Kami mengerti frustrasi MSCI karena banyak dari kekhawatiran mereka tidak dijawab. Tetapi masalahnya, terutama terkait dengan struktur kepemilikan dan transparansi data, harus ditangani oleh regulator seperti BEI, OJK, dan KSEI," jelasnya.
Diberitakan, IHSG Rabu (28/1/2026), ditutup anjlok 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320. Rentang pergerakan 8.187-8.980 dengan nilai transaksi Rp 43,16 triliun hingga sempat terkena trading halt selama 30 menit.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU.
Sebaliknya, sejumlah saham masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.
Sebelumnya, MSCI pada Selasa (27/1/2026) mengumumkan pemberlakuan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses index review, termasuk pada peninjauan indeks Februari 2026. Kebijakan tersebut meliputi pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penghentian sementara penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antarsegmen indeks ukuran.
MSCI menyatakan, kebijakan ini bertujuan menekan tingkat index turnover dan mengurangi risiko terhadap kelayakan investasi, sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar untuk meningkatkan transparansi.

