Dolar Melemah Usai The Fed Tahan Bunga, Bagaimana Dampaknya ke Bitcoin?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuannya kembali menempatkan arah kebijakan moneter AS sebagai faktor krusial bagi pergerakan Bitcoin dan pasar aset kripto global. Meski suku bunga ditahan, pelemahan dolar AS justru dinilai berpotensi memberi angin segar bagi aset digital.
Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,5%–3,75% untuk pertama kalinya sejak Juli, seraya menegaskan inflasi masih berada pada level “agak tinggi”. Dua pejabat Fed tercatat berbeda pendapat dengan memberikan suara untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Sikap wait and see The Fed ini kontras dengan tekanan Presiden AS Donald Trump yang terus mendorong pemotongan suku bunga agresif. Namun, analis menilai pelonggaran moneter bisa saja terjadi secara tidak langsung melalui mekanisme pasar, terutama lewat pelemahan dolar AS.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Sebut Ekonomi AS Solid
Melansir Cointelegraph, Kamis (29/1/2026) Indeks Dolar Spot Bloomberg tercatat turun ke level terendah dalam empat tahun setelah dolar AS membukukan kinerja tahunan terburuk sejak 2017. Kondisi ini menjadi sorotan pelaku pasar kripto, mengingat secara historis Bitcoin cenderung diuntungkan saat kebijakan moneter longgar dan nilai dolar melemah.
Bitcoin sendiri diperdagangkan di kisaran US$ 89.414, dengan volatilitas tinggi seiring perdebatan investor mengenai potensi pemangkasan suku bunga AS ke depan. Sejumlah analis menilai, arah pergerakan dolar AS justru lebih menentukan bagi Bitcoin dibandingkan keputusan suku bunga itu sendiri.
Kepala riset makro Global Macro Investor, Julien Bittel, sebelumnya menyebut dolar yang kuat sebagai “bola penghancur” bagi aset berisiko karena dapat memperketat kondisi keuangan global. Sebaliknya, dolar yang melemah berpotensi mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca Juga
Indeks S&P 500 Sentuh Level 7.000, Reli Wall Street Terhenti Usai Keputusan The Fed
Pandangan serupa disampaikan analis di platform aset digital OSL Hong Kong, yang menyoroti hubungan terbalik antara Bitcoin dan Indeks Dolar AS. Dalam kondisi dolar menguat, aset kripto cenderung tertekan, sementara pelemahan dolar sering kali menjadi sinyal meningkatnya selera risiko investor.
Meski demikian, prospek pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat dinilai semakin terbatas. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga terus menyusut, dengan probabilitas di bawah 50% untuk dua pertemuan Fed berikutnya, seiring inflasi yang masih dijaga ketat dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Kondisi tersebut membuat pasar kripto berada di persimpangan, di mana arah kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS akan menjadi penentu utama lanjutan tren Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan.
Menilik Coinmarketcap, Kamis (29/1/2026) pukul 06.30 WIB, BTC tengah berada di level US$ 89.189 atau melemah 0,24% dalam sehari dan turun 0,78% dalam sepekan.

