Waspadai Lanjutan Penurunan IHSG, Saham MDKA dan HMSP Jadi Pilihan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026), masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan 8.210-8.490. Dua saham MDKA dan HMSP direkomendasikan beli dengan peluang naik.
BRI Danareksa Sekurita dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual, sembari mencermati tindak lanjut regulator terkait kebijakan MSCI serta keputusan suku bunga The Fed sebagai katalis berikutnya.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Sebut Ekonomi AS Solid
“Adapun tekanan jual tajam hingga membuat perdagangan terkena trading halt kemarin dipicu oleh pengumuman MSCI yang menetapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, termasuk pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks, termasuk review Februari 2026,” tulisnya.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti kejatuhan Dow Jones sebanyak 0,085%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 0,017%. Sebaliknya Nasdaq naik 0,18%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MDKA dengan target harga Rp 3.360-3.470 dan HMSP dengan target harga Rp 840-860. Sebaliknya saham SCMA dan PANI direkomendasikan jual.
Baca Juga
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.

