Danantara Sebut 2026 sebagai Tahun Momentum Implementasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan tahun 2026 akan menjadi momentum transformatif, dengan fokus besar pada implementasi proyek-proyek strategis yang mendukung pengembangan sektor-sektor vital perekonomian nasional. Hal ini disampaikan oleh Managing Director Treasury BPI Danantara Ali Setiawan.
Ali Setiawan mengungkap Danantara akan fokus pada proyek yang melibatkan investasi di sektor-sektor strategis, seperti Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy.
“Kami akan fokus pada delapan sektor utama, dengan beberapa proyek yang telah kami umumkan,” ungkapnya dalam keynote speech yang disampaikan pada acara India Night 2026 di The Westin, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah Waste to Energy, di mana Danantara telah mengumumkan kemitraan dengan 24 mitra untuk proyek-proyek terkait.
Baca Juga
Di WEF, Prabowo Sebut Danantara Mitra bagi Investor Global untuk Bangun Indonesia
“Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik membutuhkan waktu untuk penetrasi karena melibatkan banyak pemangku kepentingan. Namun, kami bergerak cepat untuk memulai proyek ini,” jelasnya.
Di hadapan para pengusaha asal India, Ali menjelaskan Danantara Indonesia dibentuk dengan dua peran utama. Pertama, melalui Danantara Asset Management (DAM), bertanggung jawab atas pengelolaan lebih dari 1.000 perusahaan BUMN yang sebagian besar masih dalam kondisi merugi.
Danantara fokus pada restrukturisasi perusahaan-perusahaan tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja mereka. “Hampir setengah dari perusahaan BUMN ini masih merugi. Kami akan melakukan restrukturisasi besar-besaran,” jelasnya.
Selain itu, Danantara Investment Management, yang sepenuhnya baru dibentuk, memiliki tanggung jawab mengelola investasi di sektor-sektor strategis yang ditentukan oleh pemerintah. Ali menambahkan bahwa meskipun banyak tantangan, terutama dalam hal penyusunan kebijakan dan framework yang mematuhi regulasi yang berlaku, hampir seluruh persiapan untuk mulai beroperasi sudah hampir rampung.
Baca Juga
At Davos, Danantara Outlines SOE Reform Drive and Flagship Projects
Meskipun Danantara telah bergerak cepat dalam mempersiapkan implementasi proyek-proyek strategis, Setiawan mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru tanpa dasar yang kuat. Oleh karena itu, tim Danantara telah bekerja keras untuk menyusun kebijakan, SOP, dan framework yang sesuai dengan regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
“Kami tidak ingin hanya bergerak cepat tanpa memastikan semuanya sudah sesuai dengan aturan yang ada. Semua keputusan akan melalui proses yang ketat dan transparan,” tegasnya.
Setiawan juga menegaskan bahwa salah satu keunggulan Danantara adalah kualitas tim yang dibentuknya. “Kami merekrut individu-individu berbakat dari berbagai lembaga internasional terkemuka. Mereka bergabung dengan kami karena mereka percaya bahwa kami akan melakukan hal yang benar,” ujarnya.

