Morgan Stanley Siap Garap ETF Kripto, Ini Langkah yang Disiapkannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Morgan Stanley menunjuk eksekutif senior Amy Oldenburg sebagai kepala strategi aset digital untuk memimpin unit kripto baru bank investasi global tersebut. Penunjukan ini dilakukan seiring langkah agresif Morgan Stanley memperluas bisnis aset digital, termasuk rencana peluncuran produk exchange traded fund (ETF) kripto dan dompet kripto.
Bloomberg melaporkan Oldenburg akan beralih dari posisinya di tim ekuitas pasar negara berkembang Morgan Stanley, tempat ia berkarier sejak 2001. Sejak November 2021, Oldenburg memimpin tim pasar negara berkembang dan turut mendorong pengembangan strategi aset digital di divisi tersebut.
Selain penunjukan tersebut, Morgan Stanley juga membuka sejumlah posisi baru terkait kripto, antara lain direktur strategi aset digital, ahli strategi aset digital, dan pemimpin produk aset digital. Langkah ini menegaskan komitmen bank investasi dengan aset kelolaan sekitar US$ 2 triliun tersebut untuk memperkuat kapabilitasnya di sektor kripto.
Baca Juga
Dilansir dari Cointelegraph, Rabu (28/1/2025) pada awal 2025, Morgan Stanley mengajukan permohonan peluncuran ETF Bitcoin spot serta ETF Solana, yang menandai langkah besar pertamanya di industri kripto setelah relatif pasif dalam dua tahun terakhir. Tak lama berselang, bank ini juga mengajukan ETF Ether yang dipertaruhkan (staked Ether ETF) yang memungkinkan kepemilikan ETH sekaligus memperoleh imbal hasil dari aktivitas staking.
Jika disetujui regulator, produk-produk tersebut berpotensi membuka arus masuk dana baru ke Bitcoin, Ether, dan Solana dari sekitar 19 juta klien Morgan Stanley melalui divisi manajemen kekayaan. Selain ETF, Morgan Stanley juga berencana meluncurkan dompet kripto yang mendukung aset kripto dan aset dunia nyata yang ditokenisasi, seperti saham, obligasi, dan real estat.
Baca Juga
Warning! CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Risiko Koreksi di Pasar Saham AS
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Oldenburg menekankan pentingnya penyimpanan mandiri aset kripto dengan prinsip “not your keys, not your coins”, terutama bagi investor di pasar negara berkembang. Ia juga sempat menyatakan sikap kritis terhadap ETF kripto karena keterbatasannya dalam menyediakan fitur staking dan likuiditas penuh.
Seiring perubahan sikap regulator, termasuk meningkatnya keterbukaan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) terhadap produk kripto yang lebih beragam, Morgan Stanley menilai momentum pengembangan bisnis aset digital kini semakin kuat.

