Listing, Saham Multi Spunindo Jaya (MSJA) Anjlok 5%
JAKARTA, investortrust.id – PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) resmi mencatatkan saham perdana (listing) di bursa pada Rabu (10/1/2024).
Berdasarkan RTI, saham MSJA bertengger pada harga Rp 284, turun sekitar 5% dari harga penawaran awal Rp 300 per saham. kapitalisasi pasar MSJA pagi ini sekitar Rp 1,74 triliun.
Produsen nonwoven tersebut, melepas 882.352.900 saham ke publik, setara 15% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
Baca Juga
Direktur Utama Multi Spunindo Jaya Sasongko Basuki Perseroan mengatakan dengan harga saham perdana yang ditawarkan dan dibuka kepada masyarakat sebesar Rp 300 per lembar saham, perusahaan meraup nilai IPO Rp 264,7 miliar.
MSJA merencanakan untuk menggunakan dana yang diperoleh dari IPO sekitar 40% akan untuk pengembangan usaha. Sekitar 75% dari porsi ini akan digunakan untuk pembelian mesin SAP sheet beserta utilitasnya, dalam rangka penambahan lini produksi baru.
Sisanya, 25% akan digunakan perseroan untuk pembangunan gedung pabrik untuk lini produksi SAP sheet.
Setelah 40% dianggarkan untuk pengembangan usaha, 30% dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja. Selanjutnya 30% akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank.
Baca Juga
Saham SMLE dan MSJA Resmi Listing, Ada yang Langsung Cetak ARA
Perseroan menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada Penawaran Umum Saham Perdana ini.
Total aset Perseroan per 30 Juni 2023 adalah US$ 91,5 juta, liabilitas US$ 27,3 juta, dan ekuitas US$ 64 juta. Perseroan membukukan pendapatan US$ 78,9 juta dan laba bersih US$ 4,5 juta pada 2022.
Berdiri sejak 1997, PT Multi Spunindo Jaya Tbk merupakan produsen nonwoven terkemuka di Indonesia yang memproduksi produk nonwoven sheet yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan baku produk jadi untuk berbagai sektor, mulai dari sektor kesehatan seperti pembalut, popok, masker dan lainnya, hingga sektor otomotif, konstruks, dan agrikultur.
Perseroan mengeklaim memiliki pabrik dengan fasilitas yang dilengkapi dengan mesin dan sistem kendali yang modern dan canggih, serta laboratorium penelitian In-house Research and Development (R&D) dengan penerapan sistem Total Quality Management (TQM) di setiap lini produksi dengan dukungan dari staf yang terlatih.

