Analis Bloomberg Ungkap Ethereum Sulit Tembus US$ 4.000, Justru Berpotensi Jatuh ke US$ 2.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Analisis terbaru dari Bloomberg Intelligence memproyeksikan bahwa harga Ethereum (ETH) berpotensi jatuh ke level US$ 2.000 dalam jangka menengah.
Menurut Strategis Komoditas Senior di Bloomberg Intelligence Mike McGlone, aset ini memiliki potensi lebih besar untuk terkoreksi ke level tersebut dibandingkan naik kembali ke level US$ 4.000.
Dalam analisis terbarunya, McGlone menyoroti kinerja Ethereum yang relatif tertinggal (underperformance) dibandingkan Bitcoin dan emas yang telah mencetak rekor tertinggi baru. Menurutnya, pada tahun 2026 harga Ethereum berpotensi tetap stagnan di saat aset investasi lain justru mengalami apresiasi.
Baca Juga
Tarif Trump Bayangi Pasar Kripto, Bagaimana Dampaknya pada Bitcoin dan Ethereum di Awal 2026?
"Bias saya mengarah ke bawah," tegas McGlone dilansir dari Crypto Wave, Kamis (8/1/2026).
Ia menekankan bahwa stagnasi ini bukan sekadar fluktuasi sementara, melainkan indikasi masalah struktural yang dapat memengaruhi minat investor institusional.
Baca Juga
JPMorgan Rilis Reksa Dana Pasar Uang Tokenisasi Berbasis Blockchain Ethereum
Selain faktor fundamental aset, McGlone juga memperingatkan adanya risiko makroekonomi. Volatilitas pasar yang tak menentu diprediksi akan memberikan tekanan signifikan terhadap aset berisiko tinggi seperti Ethereum.
Jika harga Ethereum benar-benar jatuh ke level US$ 2.000, maka investor yang telah membeli Ethereum pada harga yang lebih tinggi dapat mengalami kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, investor perlu memantau perkembangan harga Ethereum secara terus-menerus dan membuat keputusan investasi yang tepat.

