BRI (BBRI) Tegaskan Komitmen Bagi Dividen ke Pemegang Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) kembali menegaskan konsistensinya dalam memberikan dividen tunai kepada pemegang saham. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap pemberian nilai tambah yang berkelanjutan.
Merujuk laman resmi BRI, Sabtu (24/1/2026), bank yang dinakhodai Hery Gunardi sebagai direktur utama ini tercatat membagikan dividen secara berkala atau setidaknya sejak 2016 hingga 2025, baik dalam bentuk dividen final maupun interim setiap tahun.
Misalnya, dividen final sebesar Rp 83,63 per saham pada 2016 meningkat menjadi Rp 235 per saham pada 2023, dibarengi dengan dividen interim Rp 84 per saham di tahun yang sama.
Untuk tahun buku 2024, total dividen yang dibagikan, kombinasi antara interim dan final, mencapai Rp 343,40 per saham atau sekitar total Rp 51,73 triliun.
Baca Juga
BRI (BBRI) Perkuat Manajemen Risiko Iklim lewat Tata Kelola dan Integrasi Strategi Bisnis
Manajemen BRI menerapkan kebijakan rasio pembayaran dividen yang kuat. Sejak 2021, bank pelat merah ini konsisten mempertahankan dividend payout ratio minimal 80% dari laba bersih, bahkan meningkat menjadi 86% untuk tahun buku 2024.
Sementara di 2025, BRI kembali mencairkan dividen interim tunai untuk tahun buku 2025 pada 15 Januari lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi, BRI menetapkan dividen interim sekurang-kurangnya Rp 20,63 triliun.
Baca Juga
BRI (BBRI) Bagikan Dividen Interim Rp 20,63 Triliun, Danantara Kebagian Segini
Jumlah tersebut setara dengan Rp 137 per saham dan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS). Keputusan ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika perekonomian.
Pembagian dividen tersebut juga didorong oleh kinerja keuangan yang sehat, pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, serta manajemen risiko yang dijalankan secara konsisten.
Berdasarkan laporan keuangan publikasi, Sabtu (24/1/2026), total kredit yang disalurkan bank berkode saham BBRI ini mencapai Rp 1.306,54 triliun per November 2025 atau tumbuh 7,61% dibanding Rp 1.219,21 triliun di posisi yang sama 2024.
Setali tiga uang, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1.459,99 triliun per November 2025, meningkat 5,28% secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga
Yield Dividen Interim BBRI Capai 3,7%, Sahamnya Direkomendasi Beli dengan Target Harga Ini
Dari total DPK tersebut, dana murah atau current account and saving account (CASA) masih menjadi kontributor utama dengan pangsa 69,76% atau sebesar RP 1.018,54 triliun. Diikuti deposito dengan nilai Rp 441,45 triliun.
Total aset BRI juga mengalami kenaikan 3,85%, dari Rp 1.851,30 triliun pada November 2024 menjadi Rp 1.922,53 triliun di posisi yang sama tahun lalu. Sementara labanya tercatat Rp 45,45 triliun.
Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto mengungkapkan, saat ini kinerja perseroan berada di jalur sesuai target. Diproyeksikan capaian positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.
“Untuk kredit, kami proyeksikan bisa tumbuh di kisaran 7-9%,” ujar Agus, dalam paparan kinerja keuangan kuartal III 2025 BRI secara daring, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
Capai Rp 1.306,5 Triliun, BRI (BBRI) Jaga Tren Pertumbuhan Kredit di Tengah Tantangan Provisi
Menurut Agus Noorsanto, BRI tengah memperkuat fondasi bisnis dengan fokus pada fundamental yang kuat, khususnya portofolio kredit yang sehat, juga terus berupaya mendorong CASA.
“Saat ini alhamdulillah CASA kami terus tumbuh dan terus mengarah ke 70%. Kami optimistis juga bisa menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan sustain,” kata dia.

