BRI (BBRI) Perkuat Manajemen Risiko Iklim lewat Tata Kelola dan Integrasi Strategi Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, investoryrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan manajemen risiko iklim secara menyeluruh, dari tata kelola, strategi, hingga pengukuran dan pelaporan yang selaras dengan regulasi nasional maupun standar global.
Group Head Environmental, Social & Governance Group BRI, Ajeng Sekar Putih mengungkapkan, pendekatan manajemen risiko iklim dilakukan melalui sejumlah tahapan utama yang terintegrasi dalam proses bisnis perbankan.
“Ada beberapa poin yang kami lakukan dari pendekatan manajemen risiko iklim ini. Pertama, terkait governance, bagaimana pengawasan direksi dan komisaris atas strategi iklim dan risk appetite-nya,” ujar Ajeng dalam webinar OJK Institute, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
Kemendes Gandeng BRI Perluas Akses dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Dari tata kelola tersebut, menurut dia, BRI kemudian menyusun strategi dengan mengintegrasikan risiko fisik dan risiko transisi ke dalam rencana strategis perusahaan. Integrasi ini menjadi dasar dalam pengelolaan risiko di seluruh lini bisnis.
“Kami mengidentifikasi, menilai, dan juga mengelola risiko-risiko yang terkait dengan climate ini dalam proses kredit ataupun operasional dalam. Intinya adalah dari bisnisnya,” kata dia.
Ajeng menjelaskan, agar implementasi berjalan terarah, BRI juga menetapkan ukuran, indikator, serta target yang diselaraskan dengan target nasional. Selain itu, aspek pengungkapan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan regulator.
“Pengungkapannya ini transparan dan selaras dengan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) 51 dan juga dengan standar global. Ke depannya mungkin akan dilakukan j pelaporan yang terkait dengan IFRS (International Financial Reporting Standards), IFRS S1 dan S2,” ucap Ajeng.
Baca Juga
Capai Rp 1.306,5 Triliun, BRI (BBRI) Jaga Tren Pertumbuhan Kredit di Tengah Tantangan Provisi
Dari sisi tata kelola, menurut Ajeng Sekar Putih, struktur governance risiko iklim di BRI terbagi dalam dua lapisan utama. Pertama adalah board oversight, yang melibatkan dewan komisaris, jajaran direksi, serta komite-komite di bawah direksi.
“Kami punya dari direksi itu sendiri, kemudian komite ESG (environmental, social, and governance) di komite manajemen risiko, dan subkomite manajemen risiko terintegrasi untuk mengakomodasi di perusahaan anak atau holding secara keseluruhan,” papar dia.
Ajeng mebambahkan, lapisan kedua adalah management role yang berfokus pada pelaksanaan operasional sehari-hari. Peran ini dijalankan oleh ESG Group bersama unit kerja operasional, manajemen risiko, serta unit bisnis strategis.

