Penurunan Saham ASII dan UNTR Bersifat Sementara, Asing justru Masuk
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan tajam harga saham PT Astra International Tbk (ASII pada penutupan perdagangan Rabu, (21/1/2026) cenderung bersifat sementara setelah adanya isu negatif. Secara teknikal peluang rebound terbuka setelah penurunan tersebut.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia hari ini, saham ASII turun sebanyak Rp 675 poin (9,28%) ke level Rp 6.600, meski demikian investor asing justru memborong (net buy) saham ini senilai Rp 172 miliar. Tekanan serupa terjadi pada anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan pelemahan Rp 4.775 poin (14,93%) ke posisi Rp 27.200.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer menilai tekanan pada saham UNTR turut dipicu kabar pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) emas milik entitas usaha UNTR, PT Agincourt Resources. Meski dampaknya dinilai bersifat sementara, ia menilai peluang pergerakan saham ASII dan UNTR masih berada di area negatif dalam waktu dekat.
Baca Juga
Mensesneg Beberkan Dosa 28 Perusahaan di Sumatra yang Izinnya Dicabut Prabowo
“Kemungkinan besar kedua saham ini masih bergerak ke area negatif seiring aksi taking profit dengan kenaikan harga di periode sebelumnya. Oleh karena itu, mungkin bisa wait and see terlebih dahulu sampai ada perbaikan katalis ataupun rebound secara teknikal,” ujar Miftahul saat dihubungi investortrust.id, Rabu (21/1/2026).
Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi hold untuk ASII dengan target harga Rp 7.400, sedangkan UNTR disarankan wait and see.
Dari sisi fundamental, Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto menjelaskan pencabutan IUP Agincourt berpotensi memberi dampak negatif signifikan terhadap kinerja UNTR.
Baca Juga
IHSG Anjlok 1,36% Hari Ini Dipicu Rupiah dan Saham Konglomerasi, Bagaimana Selanjutnya?
“Dengan asumsi volume penjualan 220 ribu oz, kontribusi laba bersih tambang Martabe berkisar 27–39% terhadap laba bersih UNTR pada awal 2026, bergantung pada asumsi harga emas,” tulis Everson dalam risetnya, Rabu (21/1/2026).
Sementara dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana alias Didit, menilai saham ASII masih memiliki peluang pergerakan jangka pendek.
“Secara teknikal kami cermati, ASII direkomendasikan trading buy support Rp 6.425 resistance Rp 6.650 dengan target Rp 6.800–6.925. Untuk UNTR wait and see support Rp 27.125 resistance Rp 27.475,” jelasnya kepada investortrust.id.
Baca Juga
Astra International (ASII) Rampungkan Buyback Rp 2 Triliun, Serap Ratusan Juta Saham
Di sisi lain, manajemen PT Agincourt Resources menanggapi kabar pencabutan izin tersebut. Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyatakan perseroan baru mengetahui informasi melalui pemberitaan media.
“Hingga saat ini Perseroan belum bisa memberikan komentar mengingat belum menerima pemberitahuan resmi dan detail terkait keputusan tersebut,” tulis Katarina.
Ia menegaskan perseroan menghormati keputusan pemerintah dan akan menjaga hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku. “Perseroan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan berkomitmen mematuhi seluruh peraturan,” ujarnya.

