BEI Sebut Ada Potensi IPO Saham Emiten Konglomerasi Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan adanya potensi perusahaan konglomerasi yang akan melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tahun ini.
“Insyaallah ada (IPO Konglomerasi),” ujar Iman saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Namun demikian Iman belum bersedia mengungkap nama perusahaan serta konglomerasinya. “Minimal satu,” katanya. Namun demikian, Iman belum membuka detail identitas maupun sektor usaha dari perusahaan yang dimaksud.
Baca Juga
IHSG Ditutup ATH Level 9.133, Saham ARA Bertaburan Dipimpin ESTI
Saat ini tengah beredar rumor bahwa emiten konglomerasi Prajogo Pangestu tengah mempersiapkan IPO saham satu emiten di BEI. Sejumlah nama yang beredar antara lain Griya Idola, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik Prajogo Pangestu, serta INTAM (Intan Media/Intam Group) yang merupakan anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan terafiliasi dengan Prajogo.
Selain itu, terdapat tiga entitas yakni Triguna Internusa Pratama, Petrotech Penta Nusa, dan Heksa Energi Mitraniaga yang merupakan anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) milik Happy Hapsoro. Nama lain yang turut disebut antara lain Orang Tua (OT) Group, Blu BCA sebagai anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di bawah Grup Djarum, serta PT Vidio Dot Com (Vidio) yang berada di bawah Grup Emtek melalui PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
Pipeline IPO 2026
Sebelumnya, BEI mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham hingga 15 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan dikategorikan sebagai lighthouse atau emiten beraset besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar.
“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga
BEI Pangkas Target IPO Saham di 2026, OJK Minta Fokus Emiten Berkualitas
Selain lima perusahaan beraset besar, terdapat satu perusahaan dengan skala aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta satu perusahaan dengan aset kecil di bawah Rp 50 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, pipeline tersebut mencakup satu perusahaan sektor basic materials, satu energi, dua keuangan, satu industri, satu teknologi, serta satu sektor transportasi dan logistik.
Hingga pertengahan Januari 2026, belum terdapat perusahaan yang merealisasikan IPO sehingga belum ada dana yang dihimpun dari IPO sepanjang awal tahun ini.
Baca Juga
Wamenkeu Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI, Istana: Gantikan Deputi yang Mundur
BEI juga mengungkapkan peluang IPO saham dua emiten kategori lighthouse pada kuartal pertama 2026. Kedua perusahaan tersebut berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan. “Lighthouse ada dua perusahaan. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining,” kata Nyoman.
Nyoman menambahkan, lighthouse company memiliki karakteristik kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun serta porsi saham publik atau free float setidaknya 15%. Di luar dua emiten tersebut, terdapat tujuh perusahaan lain dari berbagai sektor yang berada dalam antrean IPO sepanjang 2026.

