IHSG Anjlok 0,58% Akibat Saham Emiten Prajogo, Sebaliknya 7 Saham Dipimpin MSKY Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026), ditutup anjlok sebanyak 52,03 poin (0,58%) menjadi 8.884. Rentang pergerakan 8.715-9.000 dengan nilai transaksi melesat Rp 38,28 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya saham BREN melemah 5,01%, PTRO turun 6,43%, BRPT turun 7,10%, TPIA melemah 3,35%, dan AMMN melemah 2,76%.
Baca Juga
Indika (INDY) Diuntungkan Eksposur Emas, Target Harga Saham Direvisi Naik
Sedangkan sektor utama penekan indeks datang dari kejatuhan sektor infrastruktur melemah 2,37%, sektor teknologi turun 1,68%, sektor energi turun 1,39%, sektor konsumer non primer 0,57%. Sebaliknya kenaikan lebih dari 2% melanda saham sektor industry dan konsumer primer.
Meski indeks anjlok sebanyak tujuh saham berikut catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham MSKY menguat 34,88% menjadi Rp 116, DKHH naik 34,83% menjadi Rp 120, KPIG menguat 25% menjadi Rp 280.
ARA juga melanda saham SOHO naik 24,85% menjadi Rp 2.060, GULA naik 24,84% menjadi Rp 382, ATAP naik 24,59% menjadi Rp 760, dan INDS menguat 24,48% menjadi menguat 24,48% menjadi Rp 356.
Baca Juga
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil bukukan kenaikan sebanyak 188 poin atau melesat 2,16% dari level 8.748 menjadi 8.936. Bahkan, IHSG sempat cetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa 9.002. Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayorita sektor saham, khususnya saham sektor material dasar dipicu kenaikan pesat harga saham emiten nikel.
Selain itu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mencapai 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga naik pesat sebesar 44,68% menjadi Rp 31,45 triliun, dari Rp 21,74 triliun pada pekan sebelumnya.

