Indika (INDY) Diuntungkan Eksposur Emas, Target Harga Saham Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dinilai kian menarik, seiring peningkatan eksposur perseroan di sektor emas.
Penguatan eksposur pada sektor emas proyeksi mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih INDY tahun 2026 dan 2027 masing-masing 7% dan 15%, terutama terdorong peningkatan asumsi harga emas yang lebih tinggi.
Revisi naik target laba tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham INDY menjadi Rp 3.750 per saham. “Eksposur bisnis emas INDY memberikan lindung nilai yang efektif terhadap volatilitas pendapatan dari pertambangan batu bara,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (12/1/2025).
Baca Juga
Dengan tren harga emas yang terus naik, Mandiri Sekuritas menyebutkan, kontribusi segmen tersebut diharapkan mampu untuk menstabilkan kinerja keuangan perseroan dalam jangka menengah.
Adapun pada perdagangan Senin (12/1/2025) hingga pukul 15.00 WIB, saham INDY menguat Rp 320 (11,11%) menjadi Rp 3.200 dan penguatan telah mencapai 80% dalam setahun terakhir.
Sebelumnya, Indika (INDY) telah meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 360 kilowatt (KW) di Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, resmi beroperasi. Kehadiran fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil secara signifikan hingga 350.000 liter per tahun, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah tersebut.
Baca Juga
Petrindo (CUAN) Identifikasi Emas Kadar 1,27 ppm di Zona Mineralisasi Emas Sumbawa
Pembangunan PLTS dilakukan oleh PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk (INDY). Proyek ini dimulai sejak Maret 2025 di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan menggunakan 1.420 unit photovoltaic (PV) dan lima unit inverter. Total kapasitas yang dihasilkan mencapai 1.008 kilowatt peak (kWp). Sistem juga dilengkapi dengan empat unit Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas penyimpanan hingga 860 kilowatt hour (kWh).
Direktur Utama Indika Energy Azis Armand mengatakan, pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk bertransformasi menuju energi hijau. Proyek ini sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional yang terus digenjot pemerintah.
“Pembangunan PLTS ini bukan hanya langkah strategis untuk mendukung target dekarbonisasi, tetapi juga komitmen perusahaan dalam mendorong praktik operasional yang berkelanjutan,” ujar Azis dalam.

