IHSG Diprediksi Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin BRMS Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026), diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.916-8.978 dengan peluang rebound berlanjut. Tiga saham BRMS, PSKT, dan KIJA layak untuk dipantau.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG saat ini tengah menguji support 8.895–8.916. Peluang rebound jangka pendek masih terbuka, meski cenderung terbatas, dengan resistance terdekat berada di 8.978–8.995.
Baca Juga
Nikel Bakal Digantikan Grafena sebagai Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik? Ini Kata Kepala BRIN
Pergerakan indeks akan dipengaruhi sikap pelaku pasar terhadap rilis data consumer confidence Indonesia, sementara dari eksternal, perkembangan konflik AS– Venezuela berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga komoditas, khususnya emas dan minyak.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju indeks saham global akhir pekan lalu, seperti kenaikan Dow Jones 0,48%. Begitu juga dengan S&P500 menguat 0,65% dan Nasdaq naik 0,81%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.295-1.355, PSKT dengan target harga Rp 346-366, dan KIJA dengan target harga Rp 364-386.
Baca Juga
Presiden Prabowo Bahas Penguatan Industri, Hilirisasi, dan Energi di Hambalang
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil bukukan kenaikan sebanyak 188 poin atau melesat 2,16% dari level 8.748 menjadi 8.936. Bahkan, IHSG sempat cetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa 9.002. Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayorita sektor saham, khususnya saham sektor material dasar dipicu kenaikan pesat harga saham emiten nikel.
Selain itu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mencapai 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga naik pesat sebesar 44,68% menjadi Rp 31,45 triliun, dari Rp 21,74 triliun pada pekan sebelumnya.

