Prospek Kuat di 2026, Target Harga Saham BTN (BBTN) Dipatok di Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menarik untuk disimak didukung valuasi yang masih menarik, seiring dengan peluang peningkatan margin Bungan bersih (NIM) dari pelaksanaan program KUR perumahan tahun 2026.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.300. Target harga tersebut. Target harga tersebut juga mempertimbangkan kualitas aset tetap terjaga, pertumbuhan kredit, dan biaya dana dan kredit cenderung turun.
Baca Juga
3 Juta Rumah dan Peran Sentral BTN (BBTN), Ada Cerita Besar di Balik Angka
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, untuk 2026, pemerintah menetapkan target KUR perumahan nasional sebesar Rp 36 triliun, BTN selaku penyalur berkomitmen menyalurkan Rp 10 triliun atau 27,8% dari total nasional. Struktur skema KUR diperkirakan masih tetap.
“Dari sisi kinerja, estimasi KUR perumahan Rp 10 triliun pada tahun fiskal 2026 diperkirakan berkontribusi sekitar 2,4% terhadap total kredit BTN serta meningkatkan net interest margin (NIM) sekitar 4 basis poin,” tulisnya dalam riset harian di Jakarta, kemarin.
Terkait kredit tahun 2026, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset sebelumnya menyebutkan, BTN diprediksi mampu untuk mencatat kenaikan 9,8% atau mendekati target managemen BTN sekitar 10-11%, dibandingkan perkiraan tahun 2025 sebanyak 7,8%. LDR perseroan juga diperkirakan stabil kisaran 92,9% tahun ini.
Baca Juga
RUPSLB BTN Tambah 1 Komisaris Baru, Nixon LP Napitupulu Tetap Dipercaya Jadi Dirut
Dengan pertumbuhan kredit tersebut laba bersih BBTN diprediksi meningkat menjadi Rp 3,22 triliun tahun ini, dibandingkan estimasi tahun lalu Rp 3,10 triliun. PER BBTN juga diprediksi mencapai 4,8 kali.
Sementara itu, berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBTN menunjukkan performa stabil di awal tahun 2026. Pada penutupan hari ini, Jumat (9/1/2025), saham BBTN ditutup stagnan level Rp 1.160 atau satu-satunya saham bank BUMN yang tidak turun.
Baca Juga
IHSG Akhir Pekan Rebound 0,13%, Saham KOCI hingga HILL Melesat lebih dari 34%
Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) yang digelar Rabu, (7/12026), resmi memutuskan menambah satu orang untuk mengisi jajaran komisaris yaitu Didyk Choiroel. RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, dan pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026.
RUPSLB juga mempertahankan Nixon LP Napitupulu sebagai direktur utama perseroan. Persetujuan RUPSLB ini disebut sebagai bagian dari strategi BTN untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan kesinambungan kepemimpinan.

