Didukung Faktor Ini, Target Harga Saham Harita Nickle (NCKL) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle menambah sebanyak 10% saham pada PT Obi Nickle Cobalt (ONC) bisa berdampak positif terhadap laba bersih tahun ini. Penambahan saham tersebut akan berimbas terhadap peningkatan sumbangan laba dari perusahaan patungan yang dimiliki terhadap total laba.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin memilih untuk merevisi naik target laba bersih NCKL tahun ini dari semula Rp 7,89 triliun menjadi Rp 8,65 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2026 direvisi naik dari semula Rp 8,78 triliun menjadi Rp 9,58 triliun. Sebaliknya target pendapatan tahun 2025 dan 2026 dipertahankan.
Baca Juga
Target Kinerja Keuangan dan Harga Saham Harita Nickle (NCKL) Direvisi Naik, Ini Faktor Penopangnya
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Timothy Wijaya mengatakan, pembelian saham ONC menjadikan total saham ONC yang dikendalikan NCKL bertambah menjadi 20%. Aksi ini berpotensi menaikkan sumbangkan perusahaan asosiasi menjadi sekitar Rp 3,2 triliun terhadap laba bersih perseroan tahun 2025, dibandingkan perkiraan semula Rp 2,2 triliun.
Estimasi Keuangan NCKL
Aksi tersebut juga berpotensi menambah kontribusi laba dari perusahaan asosiasi terhadap total laba bersih tahun 2026 dari semula Rp 2,2 triliun menjadi Rp 3,3 triliun. Hal ini membuat laba bersih NCKL tahun 2025 dan 2026 diprediksi lebih tinggi dari estimasi semula.
Harita Nickle (NCKL) dalam pengumuman keterbukaan informasi pertengahan Desember 2024 menyebutkan telah membeli sebanyak 10% saham PT Obi Nickel Cobalt (ONC) dari Li Yuen Pte Ltd. NCKL membeli sebanyak 628.240 saham atau 10% dari seluruh saham ONC dengan harga Rp 3,37 juta per saham, sehingga nilainya mencapai Rp 2,11 triliun. Penambahan saham tersebut bertujuan untuk menambah value creation sejalan kepentingan pemegang saham.
Baca Juga
Bertumbuh! Laba Atribusi Harita Nickle (NCKL) Rp 4,83 Triliun hingga Kuartal III
Potensi peningkatan laba dari perusahaan asosiasi tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham NCKL dari semula Rp 1.400 menjadi Rp 1.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan laba bersih perseroan yang pesat tahun ini, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan patungan miliknya INC dan KPS. Target harga Rp 1.500 tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 11 kali, dibandingkan PE saat ini baru mencapai 5,4 kali.
Grafik Saham NCKL

