IHSG Sesi I Melesat 0,44%, Saham Big Cap Jadi Pendongkrak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (8/1/2026), ditutup lanjutkan penguatan 39,67 poin (0,44%) menjadi 8.984. Rentang pergerakan 8.903-9.002 dengan nili transaksi Rp 14,79 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 1,38%, sektor konsumer non primer 1,50%, sektor property 1,15%, sektor kesehatan 0,30%, dan sektor teknologi 0,09%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, infrastruktur, dan material dasar.
Baca Juga
IHSG Sentuh 9.002 dalam Sejam Transaksi, Saham Emiten Prajogo Perkasa
Penguatan indeks juga ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti DSSA, AMMN, PTRO, PGUN, BRPT, BYAN hingga CBDK. Sedangkan saham tercuan terdiri atas, KOCI naik 31,91% menjadi Rp 124, CRSN naik 26,39% menjadi Rp 182, RLCO naik 24,90% menjadi Rp 3.210, NSSS menguat 22,82% menjadi Rp 1.265, dan SMLE naik 17,26% menjadi Rp 197.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 11,2 poin (0,13%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.944. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 201,15 miliar dengan net buy terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 648,47 miliar.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Koreksi Seusai Reli, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor industry 2,40%, sektor material dasar 1,11%, sektor konsumer primer 1,18%, sektor energi 0,51%, dan sektor infrastruktur 0,16%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer non primer, teknologi, keuangan, dan property.
Adapun saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), melanda saham OPMS naik 34,67% menjadi Rp 268, ASLI naik 25% menjadi Rp 675, OASA menguat 24,85% menjadi Rp 412, INPC melesat 24,39% menjadi Rp 306, BSIM naik 24,78% menjadi Rp 1.410, dan IFSH menguat 24,73% menjadi Rp 1.160.

