Data CPI AS Segera Rilis, Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis minggu depan diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pasar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Rilis data ini sangat penting karena akan menjadi pertimbangan dalam pertemuan FOMC Januari mendatang, yang mana dapat mempengaruhi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).
Data inflasi Desember yang akan dirilis pada tanggal 13 Januari ini mencakup pembacaan tahunan untuk CPI dan core CPI. Ini merupakan data makro pertama yang dirilis tahun ini, yang akan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi AS saat ini.
Data inflasi November yang lalu menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan CPI turun menjadi 2,7% dan core CPI turun menjadi 2,6%, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021. Namun, Presiden Fed New York John Williams telah menyatakan bahwa mungkin ada distorsi dalam pembacaan inflasi yang disebabkan oleh penutupan pemerintahan AS.
Baca Juga
Iran Buka Opsi Pembayaran Kripto untuk Ekspor Senjata Militer
Oleh karena itu, laporan Desember ini sangat krusial untuk menentukan apakah inflasi di AS benar-benar menunjukkan penurunan. Data ini akan sangat berpengaruh dalam pertemuan FOMC Januari, di mana Fed akan memutuskan apakah akan melakukan pemotongan suku bunga untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Data inflasi biasanya memicu volatilitas di pasar Bitcoin dan kripto pada hari rilisnya. Melansir dari Pintu, Rabu (7/1/2026), pembacaan inflasi yang rendah dianggap positif bagi pasar, karena akan memperkuat argumen untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Fed. Hal ini juga dapat mendukung reli pasar kripto yang sedang berlangsung, dengan harga Bitcoin (BTC) yang telah naik di atas US$ 90.000 di awal tahun, meningkat 6% sejak awal tahun.
Baca Juga
Tarif Trump Bayangi Pasar Kripto, Bagaimana Dampaknya pada Bitcoin dan Ethereum di Awal 2026?
Sebaliknya, pembacaan yang lebih tinggi dari ekspektasi akan berdampak negatif bagi pasar, yang mungkin menyebabkan penjualan jangka pendek. Menurut catatan dari pertemuan FOMC, sebagian besar pejabat Fed mengharapkan untuk melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terus menurun. Jika inflasi terus menunjukkan penurunan, Fed kemungkinan akan memprioritaskan pasar tenaga kerja, yang masih menunjukkan kelemahan.
Dinamika antara kebijakan moneter Fed dan pasar kripto telah menunjukkan korelasi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan tentang suku bunga dan kondisi ekonomi makro secara umum memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.
Investor dan trader di pasar kripto sering menggunakan data seperti CPI sebagai indikator untuk mengambil keputusan investasi. Dengan situasi saat ini, pasar kripto mungkin akan terus mengalami fluktuasi berdasarkan perkembangan ekonomi makro dan kebijakan dari bank sentral AS. Oleh karena itu, pemantauan terhadap indikator ekonomi dan kebijakan moneter menjadi sangat penting bagi para pelaku pasar kripto.

