Pasar Kripto Bangkit, Kapitalisasi Naik US$ 100 Miliar di Tengah Ketegangan AS-Venezuela
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto mencatatkan pemulihan signifikan dalam 24 jam terakhir, dengan total kapitalisasi pasar bertambah lebih dari US$ 100 miliar.
Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Amerika, menyusul operasi Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Mengutip laporan BBC, Selasa (6/1/2025), Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi di wilayah Venezuela berhasil menangkap Presiden Maduro beserta ibu negara Cilia Flores.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah Maduro mengabaikan ultimatum AS untuk mundur dan membuka jalan bagi transisi kekuasaan secara damai. Keduanya kini telah didakwa di pengadilan AS atas tuduhan terkait narkotika dan perdagangan senjata.
Baca Juga
Tarif Trump Bayangi Pasar Kripto, Bagaimana Dampaknya pada Bitcoin dan Ethereum di Awal 2026?
Di tengah ketidakpastian geopolitik tersebut, harga Bitcoin justru menguat 3% pada perdagangan awal dan mencapai level tertinggi tahun ini di US$ 90.884,46. Kenaikan ini mengakhiri fase pergerakan mendatar (sideways) yang berlangsung beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, Bitcoin disebut berpotensi menjadi pendorong utama sentimen positif di pasar kripto, terutama di akhir pekan. Hal ini menjadi sorotan karena sejumlah analis menilai siklus empat tahunan Bitcoin mulai kehilangan relevansinya.
Selain Bitcoin, alternative coin (altcoin) juga mencatatkan kinerja positif. Ethereum kembali menembus level resistensi US$ 3.100, harga yang terakhir kali dicapai pada pertengahan Desember 2025.
Sementara itu, XRP mencatat reli lebih tajam dan berhasil melampaui Binance Coin (BNB), menjadikannya aset kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar. Penguatan XRP dinilai mendapat dorongan lebih besar dari reli Bitcoin secara keseluruhan.
Baca Juga
Meski begitu, korelasi langsung antara perubahan rezim di Venezuela dan penguatan pasar kripto masih belum sepenuhnya jelas. Investor global saat ini mencermati peran AS sebagai kekuatan dunia dalam membentuk iklim makroekonomi, termasuk dampaknya terhadap aset berisiko seperti kripto.
Dari sisi keberlanjutan tren, reli ini masih menyisakan tanda tanya. Setelah Bitcoin menembus level US$ 90.000, volatilitas ringan mulai terlihat pada aset kripto utama. Sebelumnya, indikasi pasar bearish sempat muncul, salah satunya ketika Bitcoin menutup tahun 2025 dengan kinerja negatif, sebuah anomali yang jarang terjadi pada tahun pasca halving.
Namun demikian, pemulihan terbaru ini dinilai memiliki makna historis. Data Cryptorank menunjukkan Bitcoin secara historis mencatatkan rata-rata pertumbuhan sebesar 9,9% setiap Januari. Jika pola ini kembali terulang, pasar kripto berpotensi memasuki fase penguatan yang lebih luas.
Melirik CoinMarketCap, harga Bitcoin hari ini, Selasa (6/1/2026), berada pada level US$ 93.845,76 pada pukul 11.33 WIB atau naik 1,49% dalam 24 jam terakhir.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

