Awal Tahun Hijau, IHSG Tembus 8.748 Meski 'Big Banks' Tertekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 101,19 poin (1,17%) ke level 8.748,13 pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat, (2/1/2025). Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 8.664,97-8.748,13.
Merujuk data perdagangan BEI, volume transaksi tercatat mencapai 51,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,24 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.127.016 kali transaksi. Sebanyak 479 saham menguat, sementara 200 saham melemah dan 131 saham bergerak stagnan.
Pergerakan pasar didominasi oleh penguatan sejumlah besar sektor, teknologi 4,47%, energi 3,33%, infrastruktur 0,44%, industri 2,17%, konsumer primer 3,47%, properti 0,74%, konsumer non primer 0,69%, transportasi 6,56%, dan barang baku 2,73%. Sebaliknya, penurunan melanda sektor keuangan dan kesehatan.
Pada perdagangan hari ini, sejumlah saham mencatatkan penguatan tajam yakni saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) melesat 33,77% atau naik 52 poin ke level Rp 206. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) juga naik 25% atau 62 poin ke Rp 310, serta PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) melonjak 25% atau 170 poin ke posisi Rp 850 dan PT Saham Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menguat 24,81% atau 64 poin ke level Rp 322.
Sementara dalam jajaran top losers, saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melemah 11,98% atau turun 400 poin ke level 2.940, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) terkoreksi 9,15% atau 70 poin ke posisi Rp 695. PT Chitose International Tbk (CINT) turun 9,02% atau 22 poin ke level Rp 222, diikuti PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang melemah 7,89% atau 45 poin ke Rp 525.
Baca Juga
Meski indeks ditutup menguat, saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) justru kompak berada di zona merah, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 50 poin (0,62%) ke level Rp 8.025. Penurunan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang turun 20 poin (0,55%) ke posisi Rp 3.640. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 25 poin (0,49%) ke level Rp 5.075. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat penurunan paling dalam dengan melemah 80 poin (1,83%) ke Rp 4.290. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang turun 15 poin (1,28%) ke level Rp 1.160, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang terkoreksi 70 poin atau (3,14%) ke posisi Rp 2.160.
Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian menilai pelemahan saham big banks di awal tahun ini sebagai aksi profit taking yang wajar menjelang akhir pekan, di mana arus likuiditas pasar terlihat sedang beralih sementara atau mengalami rotasi sektoral ke sektor perkapalan.
“Meskipun demikian, koreksi ini hanya bersifat jangka pendek dan saham perbankan memiliki potensi besar untuk segera rebound, mengingat secara fundamental tidak ada isu negatif material yang memengaruhi solidnya kinerja sektor perbankan,” ujar Azharys kepada investortrust.id, Jumat (2/1/2025).

