IHSG Awal Tahun Semringah, Mendarat di 8.724 pada Sesi I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan sesi I di awal tahun 2026 dengan sumringah, ditutup menguat 77,96 atau 0,9% ke level 8.724,9.
Penguatan didukung hampir seluruh sektor saham, kecuali indeks saham keuangan dan kesehatan. Kenaikan tertinggi dialami indeks saham sektor transportasi 5,01%, disusul sektor konsumer non-primer 3,14% dan energi 2,6%.
Sementara pelemahan menimpa sektor saham keuangan sebesar 0,85% dan kesehatan 0,98% pada penutupan sesi I, Jumat (2/1/2026).
Adapun saham yang mengalami penguatan tertinggi setengah hari ini adalah PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) sebanyak 23,38% menjadi Rp 190. Peningkatan ini disusul kenaikan tertinggi kedua yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) sebesar 20,93% jadi Rp 312, dan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) 20,16% jadi Rp 298.
Sedangkan penurunan tertinggi dialami saham PT Era Digital Media Tbk (AWAN) sebesar 7,87% menjadi Rp 199, disusul saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) 7,38% menjadi Rp 226.
Baca Juga
‘Outlook’ Pasar Modal 2026 Dinilai Konstruktif dengan Bias Positif
Pelemahan harga juga dialami saham DSSA 0,96% jadi Rp 100.025, BBNI 1,83% jadi Rp 4.290, dan BRIS 1,79% jadi Rp 2.190.
“Koreksi yang melanda saham sektor perbankan mampu ditangkal oleh penguatan saham-saham sektor lainnya, seperti BUMI 7,7%, BRMS 7,3%, dan CDIA 3,3%,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta.
Secara global, bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan hingga siang ini, dengan indeks Nikkei mengalami koreksi.
Pada penutupan perdagangan 2025, IHSG parkir di level 8.646, naik tipis 0,03% atau 2,68 poin. Jika diakumulasi sepanjang 2025, IHSG naik 22,13% dan rebound menjelang tutup tahun dari pelemahan pada 29 Desember 2025.
Investor asing outflow di seluruh pasar ekuitas Rp 17,34 triliun (ytd) pada penutupan tahun lalu.

