PINTU: 2026 Bisa Jadi Masa Konsolidasi Bitcoin, 'Altcoin' Berbasis Narasi Jadi Menarik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Platform aset kripto PINTU menilai siklus pasar Bitcoin pada 2026 berpotensi memasuki fase koreksi lanjutan, seiring harga Bitcoin yang telah mencatat reli signifikan dan menembus rekor tertinggi baru (all time high/ATH).
SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, mengatakan Bitcoin telah mengalami kenaikan tajam sejak Oktober 2023 dari kisaran US$ 30.000 hingga mencetak ATH di sekitar US$ 126.000 pada Oktober 2025. Dengan demikian, fase bull market dalam siklus kali ini telah berlangsung hampir dua tahun, lebih panjang dibandingkan siklus sebelumnya pada 2020–2021.
“Jika melihat pola historis, fase bull market Bitcoin biasanya diikuti oleh koreksi yang cukup dalam setelah mencetak ATH. Siklus kali ini sudah berjalan lebih panjang dibandingkan siklus 2020–2021 yang hanya sekitar satu setengah tahun sebelum terkoreksi tajam pasca ATH US$ 69.000 pada November 2021,” ujar Andy.
Baca Juga
Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus hingga US$ 140.000 di 2026, Asal…
Menurutnya, apabila Bitcoin masih mengikuti pola siklus historis, maka peluang masuk ke fase koreksi lanjutan atau bear market tetap terbuka, dan kondisi tersebut berpotensi berlanjut hingga 2026.
“Artinya, meskipun volatilitas tetap tinggi, investor perlu lebih berhati-hati karena secara siklus, pasar bisa saja sedang berada di fase transisi menuju konsolidasi,” kata dia.
Sementara itu, Andy menilai pergerakan altcoin ke depan akan semakin selektif. Ia menyoroti pola historis di mana fase bear market kripto pada 2018 dan 2022 bertepatan dengan pelaksanaan Piala Dunia, yang kembali akan digelar pada 2026.
“Berdasarkan pola historis tersebut, ada potensi fase koreksi pasar masih berlanjut pada 2026. Namun, bukan berarti tidak ada peluang,” ujar Andy.
Baca Juga
Jelang Tutup Tahun 2025, Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 90.000
Dalam kondisi pasar yang cenderung terkoreksi, lanjut dia, altcoin dengan narasi atau use case tertentu justru berpotensi menarik perhatian investor dan trader.
“Altcoin yang memiliki narasi spesifik, misalnya yang berkaitan dengan sektor ‘prediksi’ atau utilitas berbasis data, berpotensi menjadi sorotan di tengah pasar yang lebih selektif,” kata Andy.
Ia menambahkan, pada fase seperti ini investor disarankan untuk lebih fokus pada manajemen risiko serta memahami fundamental dan narasi dari setiap aset kripto yang dikoleksi.

