Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus hingga US$ 140.000 di 2026, Asal…
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Prospek Bitcoin menuju 2026 dengan potensi pergerakan yang bisa mengarah ke level tertinggi baru maupun mengalami koreksi signifikan terbuka lebar, tergantung dinamika ekonomi dan stabilitas global.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai, secara historis Bitcoin masih berada dalam fase pasca halving, yang kerap diikuti tren kenaikan harga dalam rentang 12 hingga 24 bulan setelah peristiwa halving terjadi.
“Selain itu, adopsi institusional terus menguat. Terlihat dari hadirnya ETF Bitcoin spot, meningkatnya alokasi manajer aset global, serta perusahaan besar yang mulai menempatkan Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang,” ujarnya secara tertulis, kepada Investortrust, dikutip Rabu (31/12/2025).
“Faktor-faktor ini dinilai memperbesar potensi pergerakan Bitcoin ke depan,” sambung Fyqieh.
Baca Juga
Jelang Tutup Tahun 2025, Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 90.000
Menurutnya, jika kondisi global membaik, seperti inflasi terkendali, likuiditas kembali longgar, dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko, maka Bitcoin berpeluang bergerak ke kisaran harga yang lebih tinggi.
“Bitcoin berpeluang bergerak menuju kisaran US$ 120.000 hingga US$ 140.000,” kata Fyqieh.
Namun sebaliknya, jika tekanan ekonomi kembali muncul atau terjadi guncangan besar seperti konflik geopolitik, krisis finansial, maupun regulasi yang semakin ketat, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi cukup dalam.
“Bitcoin juga berpotensi mengalami koreksi hingga ke area US$ 50.000 hingga US$ 60.000,” ucap Fyqieh.
Baca Juga
Indodax Proyeksikan Tahun 2026 sebagai Tahun 'Bullish' bagi Bitcoin
Ia menyatakan, kondisi tersebut bukan alasan untuk menghindari Bitcoin, melainkan menjadi dasar untuk menyesuaikan strategi investasi. Pada 2026, Bitcoin dinilai lebih tepat diperlakukan sebagai aset akumulasi jangka panjang yang dilakukan secara bertahap, bukan melalui strategi masuk penuh dalam satu waktu.
“Volatilitas justru membuka peluang bagi investor yang sabar dan disiplin. Tetap perlu diingat, volatilitas adalah karakter utama Bitcoin. Jika inflasi naik atau likuiditas global mengetat, harga bisa bergerak sideways dalam waktu lama atau mengalami koreksi tajam,” ujar Fyqieh.

