Jelang Tutup Tahun 2025, Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 90.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menjelang penutupan tahun 2025, Bitcoin (BTC) masih diperdagangkan di kisaran US$ 87.000 hingga US$ 90.000 dalam rentang harga yang terus menyempit. Mengutip data real timeCoinmarketcap.com, harga Bitcoin hingga Selasa (30/12/2025) pukul 15:27 WIB masih bergerak di bawah US$ 90.000, tepatnya di kisaran US$ 87.385.
“Secara keseluruhan, performa year to date (ytd) Bitcoin dari 1 Januari hingga 30 Desember 2025 mencatatkan angka negatif sebesar 6,9%,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Selasa (30/12/2025).
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 87.000 - US$ 90.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.900 - US$ 3.150. Sementara dalam 24 jam terakhir, Bitcoin anjlok 1,2% bergerak di US$ 87.225 atau Rp 1,46 miliar, setelah sempat menyentuh US$ 90.406.
Dominasi pasar BTC (BTC) kini berada di level 59,55%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto turun 1,25% ke level US$ 2,92 triliun.
Baca Juga
Pasar 'Wait and See', Harga Bitcoin Bergerak Stabil Jelang Akhir 2025
Salah satu sentimen penggerak harga Bitcoin adalah rencana Pemerintah Jepang merombak besar struktur pajak kripto dalam reformasi pajak tahun depan. Tarif pajak atas keuntungan perdagangan kripto yang sebelumnya bisa mencapai 55% akan dipangkas secara drastis menjadi tarif tunggal (flat) sebesar 20%.
“Langkah ini bertujuan untuk menyetarakan aset digital dengan instrumen investasi lain seperti saham dan reksa dana,” imbuh Panji.
Dana pasar uang ter-tokenisasi pertama milik BlackRock, BUIDL (BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund), mencatatkan pencapaian penting dengan membayar dividen kumulatif sebesar US$ 100 juta.
Baca Juga
Dana yang diterbitkan di jaringan Ethereum ini berinvestasi pada aset jangka pendek seperti surat utang AS (Treasury bills). Hal ini memberi peluang bagi investor institusi untuk meraih yield di atas blockchain dengan likuiditas tinggi. “Sentimen risk-off masih membayangi investor institusi pekan lalu,” sambung Panji.
ETF Bitcoin Spot mencatatkan total net outflow sebesar US$ 782 juta sepanjang 22-26 Desember, seluruh dana mencatat penarikan. ETF Ethereum juga mengikuti tren negatif dengan arus keluar sebesar US$ 102 juta.
Berlawanan dengan tren pasar, ETF Solana (SOL) dan XRP justru mencatatkan arus masuk (inflow), masing-masing US$ 13,14 juta dan US$ 64 juta menunjukkan minat yang spesifik pada aset alternatif di penghujung tahun

