Analis Kripto Ungkap 4 'Altcoi'n yang Berpotensi Melejit di Tahun 2026, Apa Saja?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto di tahun 2025 tampak sangat berbeda dibandingkan dengan siklus-siklus sebelumnya. Meskipun beberapa pola lama masih terlihat, munculnya faktor baru seperti adopsi institusional, ETF, dan penerapan di dunia nyata telah mengubah cara pandang investor terhadap masa depan industri ini.
Karena perubahan tersebut, para analis menilai bahwa pemilihan altcoin yang tepat untuk dibeli pada tahun 2026 sebaiknya didasarkan pada data serta fundamental jangka panjang. Melansir dari Pintu, Sabtu (27/12/2025), terdapat empat altcoin teratas yang sedang dipantau para ahli untuk tahun 2026. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
1. Ethereum (ETH)
Ethereum (ETH) tetap menjadi salah satu altcoin terpenting untuk dibeli menjelang tahun 2026. Setelah sebelumnya mendapat kritik karena transaksi yang lambat dan biaya yang tinggi, peningkatan terbaru yang disebut Fusaka Upgrade telah meningkatkan skalabilitas, menurunkan biaya transaksi, dan mempercepat kecepatan pemrosesan.
Perbaikan ini telah menghidupkan kembali kepercayaan di kalangan pengembang dan investor. Minat institusional terhadap Ethereum juga semakin tumbuh, didukung oleh ETF spot serta penggunaan yang meningkat dalam decentralized finance (DEFI) dan tokenisasi aset dunia nyata.
Baca Juga
Bitcoin Konsolidasi di Momen Libur Natal, Stabil di Kisaran US$ 87.000
2. Sui (SUI)
Sui (SUI) mulai menarik perhatian karena pengembangannya terus berlanjut meski kondisi pasar masih lemah. Sejumlah institusi besar telah menunjukkan ketertarikan, termasuk peluncuran ETF SUI dengan leverage di Nasdaq.
Jaringan Sui kini memperluas penawaran stablecoin dan mengembangkan solusi pembayaran berbasis blockchain. Selain itu, Sui juga aktif dalam tokenisasi aset dunia nyata (RWA), seperti pelacakan rantai pasok untuk mineral penting.
Dengan harga yang masih jauh di bawah puncak sebelumnya, para analis melihat SUI sebagai altcoin undervalued dengan potensi jangka panjang yang kuat menuju 2026.
3. Bittensor (TAO)
Bittensor (TAO) menonjol sebagai salah satu proyek kripto berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang paling inovatif. Berbeda dari penambangan Bitcoin, Bittensor memberi imbalan kepada peserta yang melakukan tugas-tugas AI yang bermanfaat bagi jaringan.
Baru-baru ini, jaringan Bittensor menyelesaikan peristiwa halving, yang mengurangi laju pertumbuhan suplai token. Meskipun harga TAO sempat menurun setelah halving, para analis memperkirakan permintaan jangka panjang akan meningkat seiring dengan melonjaknya minat terhadap AI.
Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor AI, Bittensor sering dianggap sebagai salah satu altcoin terbaik untuk dibeli di tahun 2026.
Baca Juga
Volume Perdagangan Derivatif Kripto Tembus US$ 85,7 Triliun di 2025
4. Ondo Finance (ONDO)
Ondo Finance (ONDO) beroperasi di sektor real-world asset (RWA) yang tengah berkembang pesat. Beberapa lembaga keuangan besar, termasuk BlackRock, tengah berinvestasi besar-besaran dalam tokenisasi aset tradisional seperti obligasi dan sekuritas.
Perkembangan penting terjadi setelah otoritas regulasi AS menyetujui tokenisasi berbasis blockchain melalui DTCC, lembaga yang menangani penyelesaian transaksi keuangan senilai triliunan dolar setiap tahun. Langkah ini berpotensi mempercepat adopsi proyek-proyek RWA.
Meskipun harga ONDO masih berada di bawah tekanan, fundamentalnya yang kuat menjadikannya salah satu pilihan jangka panjang menjanjikan seiring ekspansi tokenisasi yang diperkirakan meningkat pada tahun 2026.

