Analis Kripto Ini Ungkap 3 Katalis Utama Pendorong Harga Bitcoin di Tahun 2025, Apa Saja?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah sempat menyentuh level US$ 120.000 atau yang setara dengan Rp 1,94 miliar (kurs US$ 1 = Rp 16.295) pada 23 Juli 2025.
Meski ketidakpastian ekonomi global dan risiko di sektor kecerdasan buatan (AI) masih menghantui, Analis Kripto di Cointelegraph Marcel Pechman melihat ada tiga katalis utama yang dapat mendorong BTC melampaui kapitalisasi pasar US$ 2,3 triliun dan menembus rekor baru.
1. Pertumbuhan Pasokan Uang Global Jadi Angin Segar
Menurut analisa Pechman, salah satu pendorong terbesar adalah melonjaknya pasokan uang global (M2) yang mencapai rekor Rp 902.670 triliun (US$ 55,5 triliun) pada Juli 2025. Melansir dari Pintu, Rabu, (13/8/2025), kondisi ini terjadi di tengah defisit anggaran AS yang mencapai Rp 21.122 triliun (US$ 1,3 triliun) hanya dalam sembilan bulan.
Kondisi likuiditas besar seperti ini membuat Bitcoin semakin menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, mirip dengan emas. Meski korelasi BTC dengan saham teknologi masih kuat, banyak pihak menilai ekspansi moneter global akan menjadi pondasi kenaikan harga di masa depan.
2. ETF Bitcoin Siap Salip Emas sebagai Aset Cadangan
Peluncuran ETF Bitcoin spot pada awal 2024 telah menjadi katalis besar, dengan total aset kelolaan di AS kini mencapai Rp 2.437 triliun (US$ 150 miliar). Angka ini hanya terpaut sedikit dari ETF emas yang memegang Rp 3.216 triliun (US$ 198 miliar).
Jika ETF Bitcoin berhasil melampaui kepemilikan emas, hal ini akan memperkuat citra BTC sebagai aset cadangan strategis. Beberapa analis kripto memperkirakan hal ini dapat mendorong lebih banyak investor institusional, seperti sovereign wealth fund dan perusahaan publik, untuk memasukkan Bitcoin dalam portofolio cadangan mereka.
3. Potensi Lonjakan dari Arus Masuk Investor Ritel
Meski BTC telah naik 116% dalam setahun terakhir, partisipasi investor ritel masih tergolong rendah. Aplikasi perdagangan kripto seperti Coinbase dan Robinhood bahkan belum kembali ke 10 besar kategori keuangan di App Store AS, posisi yang terakhir tercapai pada November 2024.
Namun, adanya perubahan regulasi besar bisa menjadi pemicu lonjakan baru. Salah satunya adalah kebijakan Presiden Donald Trump yang mengizinkan mata uang kripto, termasuk Bitcoin, dalam program pensiun 401(k). Langkah ini diperkirakan dapat membuka potensi aliran dana triliunan dolar dari tabungan pensiun ke pasar kripto.

