Prospek Kebijakan The Fed Kuartal I 2026 Berpotensi Tekan Pasar Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada kuartal I 2026 berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap pasar kripto. Meski The Fed telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2025, mayoritas pada kuartal terakhir, harga aset kripto utama justru mengalami pelemahan signifikan.
Bitcoin (BTC) tercatat turun ke kisaran US$ 87.000, Ethereum (ETH) berada di sekitar US$ 2.900, sementara total kapitalisasi pasar kripto menyusut lebih dari US$ 1,45 triliun dari rekor tertinggi pada Oktober 2025. Kondisi ini menunjukkan respons pasar yang tidak sejalan dengan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Dilansir dari Cointelegraph, Jumat (26/12/2025) Presiden Federal Reserve New York John Williams menegaskan bahwa The Fed belum melihat urgensi untuk kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian terhadap risiko inflasi. Sikap tersebut memunculkan ketidakpastian pasar, meski inflasi AS tercatat melandai dengan CPI 2,63% pada November 2025.
Baca Juga
Pasar Kripto 2026 Berpeluang Pulih di Tengah Ketidakpastian Global
Sejumlah analis memperingatkan, apabila The Fed menahan suku bunga sepanjang kuartal I 2026, harga Bitcoin berpotensi turun hingga US$ 70.000 dan Ethereum ke level US$ 2.400. Namun, di sisi lain, kebijakan pembelian surat utang jangka pendek melalui skema Reserve Management Purchases (RMP) dinilai dapat memberikan suntikan likuiditas terselubung yang menopang pasar kripto.
Jika likuiditas tetap terjaga dan arus masuk ETF kripto berlanjut, Bitcoin diperkirakan masih berpeluang menguat ke kisaran US$ 92.000–US$ 98.000, sementara Ethereum berpotensi naik menuju US$ 3.600, didorong minat institusional dan perkembangan ekosistem DeFi.
Baca Juga
Harga Kripto
Sementara itu, melansir data CoinMarketCap, Jumat (26/12/2025) pagi waktu Asia, pergerakan pasar aset kripto terpantau bervariasi pada perdagangan terbaru, dengan Bitcoin (BTC) masih bertahan di atas level psikologis US$ 87.000 meski mengalami koreksi harian. Bitcoin diperdagangkan di level US$ 87.037 atau turun 0,33% dalam satu jam terakhir dan melemah 0,59% dalam 24 jam. Namun secara mingguan, harga Bitcoin masih menguat 1,93% dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,73 triliun, menjadikannya aset kripto dengan dominasi terbesar di pasar.
Ethereum (ETH) juga mencatatkan pelemahan harian. Harga ETH berada di posisi US$ 2.901 turun 0,47% dalam satu jam dan terkoreksi 1,37% dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, Ethereum masih mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2,79% dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 350,19 miliar.
Sementara itu, Tether (USDT) relatif stabil di kisaran US$ 0,99 tanpa perubahan signifikan secara harian maupun mingguan. Dari jajaran altcoin utama, Binance Coin (BNB) tercatat melemah 1,97% dalam 24 jam ke level US$ 829 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 114,27 miliar. XRP menjadi satu-satunya aset kripto besar yang mencatatkan penguatan dalam satu jam terakhir sebesar 0,70%, meski secara harian masih terkoreksi 1,59% dan turun 3,59% dalam sepekan.
Secara umum, pergerakan harga mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi arah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang masih menjadi sentimen utama bagi pasar aset berisiko termasuk kripto.
Widget
Powered by Investing.com
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

