JPMorgan Dikabarkan Jajaki Perdagangan Kripto untuk Klien Institusional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - JPMorgan Chase tengah mempertimbangkan untuk menawarkan perdagangan mata uang kripto kepada klien institusionalnya. Langkah ini menyusul meningkatnya partisipasi bank-bank Wall Street di sektor aset digital.
Bank terbesar di AS ini sedang menilai layanan apa yang dapat ditawarkan oleh bisnis pasar untuk memperluas jejaknya di mata uang kripto, kata laporan Bloomberg dilansir dari Reuters, Rabu (24/12/2025) mengutip seseorang yang mengetahui rencana tersebut, menambahkan bahwa itu dapat mencakup perdagangan spot dan derivatif.
Upaya tersebut masih dalam tahap awal dan rencana konkret akan bergantung pada apakah ada cukup permintaan untuk produk tertentu. Namun sayangnya, JPMorgan menolak berkomentar.
Baca Juga
JPMorgan Pangkas Ekspektasi Pertumbuhan Stablecoin Global, Apa Alasannya?
Langkah potensial ini akan menandai langkah signifikan lainnya dalam adopsi institusional yang lebih luas terhadap aset digital di bawah Presiden AS Donald Trump, yang telah berjanji untuk menjadikan Amerika sebagai "ibu kota kripto dunia."
Morgan Stanley akan menawarkan perdagangan mata uang kripto di platform E*Trade miliknya mulai paruh pertama tahun 2026 melalui kemitraan dengan Zerohash, penyedia infrastruktur untuk aset digital.
Baca Juga
JPMorgan Rilis Reksa Dana Pasar Uang Tokenisasi Berbasis Blockchain Ethereum
Baru-baru ini, JPMorgan juga aktif di ruang blockchain. Awal bulan ini, bank tersebut mengatur obligasi jangka pendek untuk Galaxy Digital di blockchain Solana.
Pasar mata uang kripto global saat ini bernilai sekitar US$ 3,1 triliun, dengan mata uang kripto terbesar di dunia, Bitcoin, bernilai sekitar US$ 1,8 triliun, menurut data dari CoinGecko.

