Bank Besar Jerman DekaBank Perkenalkan Layanan Kripto untuk Klien Institusional
JAKARTA, investortrust.id - Sejak 2021, Jerman telah mengizinkan dana institusional untuk menginvestasikan hingga 20% dari kepemilikan mereka dalam kripto, yang menandai perubahan signifikan dalam peraturan keuangan di negara tersebut.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (25/2/2025), manajer aset terkemuka di Jerman yang mengawasi aset sekitar US$ 39 miliar yakni DekaBank telah resmi meluncurkan layanan perdagangan dan penyimpanan aset kripto yang dirancang untuk klien institusional.
Langkah strategis ini dilakukan setelah hampir dua tahun pengembangan, dengan menekankan semakin diterimanya aset digital oleh lembaga keuangan tradisional.
“DekaBank memasuki pasar jual beli aset kripto. DekaBank beroperasi sebagai pengelola aset untuk Grup Keuangan Bank Tabungan Jerman (Sparkassen-Finanzgruppe). Layanan hanya ditawarkan kepada klien institusional untuk sementara waktu,” ujar Kepala Riset Eropa di Bitwise, dalam postingannya di platform X.
Baca Juga
Lembaga yang berpusat di Frankfurt ini telah menyediakan layanan ini secara eksklusif kepada klien institusional, khususnya anggota Sparkassen-Finanzgruppe, konglomerat jasa keuangan terbesar di Jerman.
Dengan memperoleh lisensi penyimpanan kripto dari Otoritas Pengawas Keuangan Federal atau The Federal Financial Supervisory Authority (BaFin) berdasarkan undang-undang perbankan Jerman, DekaBank memastikan kepatuhan penuh terhadap standar peraturan Jerman yang ketat.
Baca Juga
Bursa Kripto Bybit Dibobol US$ 1,4 Miliar, Harga Ethereum Sempat Anjlok
Anggota Dewan DekaBank Martin K Muller menekankan kesiapan bank untuk mendukung klien dalam mengadopsi aset digital. “Kami memiliki pengalaman yang diperlukan, lisensi yang dibutuhkan, dan infrastruktur yang teruji dan siap pakai untuk mendukung bank tabungan dan klien institusional kami,” katanya.
Ekspansi DekaBank ke layanan aset kripto mencerminkan tren yang lebih luas, di mana lembaga keuangan tradisional mengintegrasikan aset digital ke dalam penawaran mereka. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi lembaga di pasar kripto, yang mengarah pada volume perdagangan dan likuiditas yang lebih tinggi.
Perkembangan ini sejalan dengan agenda keuangan digital Jerman yang lebih luas, karena bank sentral negara itu terus mendorong euro digital sambil mempertahankan sikap hati-hati terhadap Bitcoin.

