Multitrend (BABY) Siapkan Rights Issue 8,36% Saham, Dana untuk Akuisisi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Multitrend Indo Tbk (BABY) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue sebanyak 238,57 juta (8,36%) dengan harga pelaksanaan Rp 590 saham, sehingga total dana yang dihimpun berkisar Rp 140 miliar.
Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk mengakuisisi sebagian besar saham PT Emway Globalindo (EGI) melalui mekanisme inbreng dan pembelian saham.
Perseroan menyampaikan, nilai rencana inbreng saham EGI yang dimiliki Blooming Years Pte Ltd (BY) mencapai Rp 129,99 miliar. Sementara itu, rencana pembelian sisa saham EGI dibanderol senilai Rp 139,99 miliar. Kedua transaksi tersebut akan dilakukan setelah rights issue BABY memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga
Selain melalui inbreng, Perseroan bersama BY akan melaksanakan pembelian sisa saham EGI berdasarkan Perjanjian Pengikatan Bersyarat yang telah disepakati. Struktur grup Perseroan akan berubah setelah pelaksanaan akuisisi tersebut.
Manajemen BABY menilai akuisisi EGI berpotensi meningkatkan nilai dan kinerja Perseroan melalui peningkatan skala usaha, kontribusi pendapatan yang lebih stabil, serta pertumbuhan EBITDA secara bertahap. Transaksi ini juga diharapkan memperkuat kemampuan Perseroan dan kelompok usaha dalam menghasilkan arus kas.
Dari sisi strategis, akuisisi EGI dinilai dapat memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kapabilitas merchandising dan sourcing, serta menciptakan sinergi operasional dan komersial di seluruh entitas dalam kelompok usaha Perseroan.
Perseroan menyatakan telah mempertimbangkan alternatif transaksi serupa dengan pihak non-afiliasi. Namun, berdasarkan evaluasi internal, transaksi dengan pihak afiliasi dinilai lebih menarik karena memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap bisnis dan profil risiko, efisiensi waktu dan biaya, serta peluang integrasi operasional dan realisasi sinergi yang lebih optimal.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Koreksi, Tiga Saham Dipimpin ANTM Layak Dilirk Hari Ini
Dengan mempertimbangkan dampak finansial dan strategis tersebut, Perseroan berpendapat bahwa usulan akuisisi EGI sebagai transaksi afiliasi telah dilakukan secara wajar dan memberikan manfaat yang lebih optimal dibandingkan alternatif transaksi dengan pihak non-afiliasi.
Dari sisi proforma kinerja keuangan, akuisisi ini diproyeksikan mendorong lonjakan total aset Perseroan dari Rp 668,62 miliar menjadi Rp 1,22 triliun hingga Oktober 2025. Penjualan Perseroan juga diperkirakan meningkat dengan penggabungan penjualan BABY hingga Oktober 2025 sebesar Rp 902,12 miliar dan penjualan EGI senilai Rp 432 miliar.

