Ripple Uji RLUSD di Empat L2 Ethereum, Harga ETH Ambles 11% Sepekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ripple mengumumkan rencana ekspansi stablecoin miliknya, RLUSD, ke ekosistem Ethereum pada 2026. Ripple menyebut empat jaringan Layer 2 (L2) Ethereum Optimism, Base (L2 Coinbase), Ink (L2 Kraken), dan Unichain (L2 Uniswap) akan menjadi lokasi uji coba awal.
Integrasi RLUSD ke jaringan-jaringan tersebut akan memanfaatkan protokol interoperabilitas Wormhole. Uji coba bertujuan mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala teknis sebelum peluncuran publik penuh, yang dijadwalkan berlangsung setelah persetujuan regulasi final pada 2026.
Melansir Cryptonews, Rabu (17/12/2025) ekspansi ini membawa pasokan RLUSD senilai sekitar US$ 1,3 miliar ke L2 Ethereum, wilayah yang saat ini menampung sebagian besar aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi) seperti perdagangan, pinjaman, dan bursa terdesentralisasi (DEX). Kehadiran RLUSD melengkapi stablecoin teregulasi lain yang sudah dominan di Ethereum, seperti USDC dan USDT.
Ripple menyebut Optimism sebagai “titik masuk penting” dalam strategi tersebut. Peningkatan aktivitas di L2 diperkirakan dapat berdampak pada kenaikan volume transaksi dan biaya, yang pada akhirnya bermuara pada penyelesaian di jaringan utama (mainnet) Ethereum.
Meski tidak ada pengumuman kemitraan strategis besar antara Ripple dan Ethereum, langkah ini dinilai memperkuat posisi Ethereum sebagai ekosistem utama penskalaan DeFi. Integrasi RLUSD juga dipandang sebagai validasi atas dominasi Ethereum dalam menarik likuiditas institusional, termasuk dari entitas yang secara historis berfokus pada jaringan lain.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga untuk Ketiga Kalinya, Bitcoin dan Ethereum Berfluktuasi
Ethereum Tekanan
Dari sisi pasar, Ethereum (ETH) masih menghadapi tekanan. Harga ETH tercatat menembus di bawah level psikologis US$ 3.000. Jika tren penurunan berlanjut dan ETH gagal bertahan di atas US$ 2.800, analis teknikal memperkirakan potensi pelemahan menuju area US$ 2.500.
Sepanjang tahun ini, kinerja bulanan ETH cenderung negatif. Namun, sebagian pelaku pasar menilai tekanan jual mulai mereda, meski momentum beli masih terbatas.
Menilik data CoinMarketCap, Rabu (17/12/2025) pergerakan pasar aset kripto global menunjukkan tekanan dalam sepekan terakhir, meski sejumlah aset utama masih mencatat penguatan harian. Ethereum (ETH) memang menjadi salah satu aset dengan koreksi terdalam dalam periode tujuh hari.
Harga Ethereum pada perdagangan Rabu dini hari waktu Asia tercatat di level US$2.955,51, melemah 11,09% secara mingguan. Meski demikian, ETH masih mencatat kenaikan 0,58% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di kisaran US$ 356,7 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.
Baca Juga
Sedangkan Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level US$ 87.875, menguat tipis 2,17% dalam 24 jam terakhir dan 0,13% secara satu jam. Namun, secara mingguan, harga Bitcoin terkoreksi 5,24%. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar US$ 1,75 triliun.
Tekanan mingguan juga dialami XRP. Aset kripto yang terkait dengan ekosistem Ripple ini berada di harga US$ 1,92, turun 8,50% dalam tujuh hari terakhir, meski masih mencatat kenaikan 1,66% secara harian. Kapitalisasi pasar XRP mencapai US$ 116,6 miliar.
BNB juga mencatat pelemahan mingguan sebesar 3,65%, dengan harga berada di level US$ 872,70. Namun, dalam 24 jam terakhir, BNB menguat 2,54%. Kapitalisasi pasar BNB tercatat US$ 120,2 miliar.
Sementara itu, stablecoin Tether (USDT) relatif stabil di kisaran US$ 0,9998, dengan fluktuasi tipis di bawah 0,1% baik secara harian maupun mingguan. Kapitalisasi pasar USDT tercatat sebesar US$186,28 miliar.
Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati, dengan tekanan koreksi mingguan terjadi di tengah upaya pemulihan jangka pendek pada perdagangan harian.

