Laba 11 Bulan BCA Tembus Rp 52,7 Triliun Naik 4%, Pertumbuhan Kredit Melambat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih bank only sebesar Rp 4,4 triliun pada November 2025. Raihan itu berarti laba bank swasta nasional terbesar di Tanah Air itu meningkat 4% secara tahunan (YoY), namun turun 6% secara bulanan (MoM).
Hasil ini membuat realisasi laba bersih bank only selama 11 bulan di tahun 2025 mencapai Rp 52,7 triliun atau meningkat 4% YoY, setara 91% estimasi konsolidasi prediksi konsensus tahun 2025.
Menilik riset Stockbit, Selasa (16/12/2025) pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada November 2025 lebih disebabkan oleh penurunan beban pajak penghasilan yang turun 11% YoY, meski beban provisi turun dengan pre provision operating profit turun -2% YoY seiring net interest income dan non interest income yang relatif flat, serta peningkatan beban opex 8% YoY.
Baca Juga
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8% YoY per November 2025. Ini menunjukkan tren yang konsisten meningkat dibandingkan pertumbuhan per Agustus 2025 yang hanya sebesar 5% YoY. Peningkatan ini didorong oleh dana murah (CASA) yang pertumbuhannya mencapai 11% YoY per November 2025. Sementara time deposit masih turun 4% YoY.
Di sisi lain, BBCA tampak masih menahan penyaluran kredit, yang terefleksi pada melandainya pertumbuhan kredit dari 9% YoY per Agustus 2025 menjadi 5% YoY per November 2025. BBCA tampak lebih banyak mengalihkan penambahan DPK belakangan ini ke efek–efek (securities) dan penempatan pada Bank Indonesia. Dinamika DPK dan kredit ini menyebabkan loan to deposit ratio (LDR) BBCA kembali turun, kini di level 76,8% per November 2025, yang menandai level terendah dalam 12 bulan terakhir.
Baca Juga
Net Buy Melesat Rp 710,05 Miliar, Investor Asign Borong BBCA hingga COIN
Meski penyaluran kredit masih belum terakselerasi, tren CoC menunjukkan penurunan setelah sempat melonjak pada kuartal III 2025 seiring langkah proaktif perseroan. Rata–rata CoC bulanan berada di level 0,3% pada Oktober–November 2025, dibandingkan 0,5% pada kuartal III 2025 dan 0,4% selama sembilan bualn di 2025. Penurunan CoC pada kuartal IV 2025 sejauh ini sesuai dengan indikasi manajemen yang kami tangkap dalam earning call kartal III 2025. Beban provisi sendiri turun 38% MoM dan 20% YoY pada November 2025.
"Kami melihat BBCA masih cenderung menahan penyaluran kredit meskipun tren likuiditas terus melonggar. Di sisi lain, BBCA tampak sudah cukup nyaman dengan level provisioning yang ada, sehingga dapat mulai menurunkan dan/atau menjaga pembukuan beban provisi di level yang stabil. Kedua langkah ini kami nilai mencerminkan sikap optimistis secara hati–hati (cautiously optimistic) sambil menunggu tanda–tanda perbaikan ekonomi yang lebih konkret," tulis Stockbit.

