Net Buy Melesat Rp 710,05 Miliar, Investor Asign Borong BBCA hingga COIN
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 710,05 miliar, seiring dengan kenaikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/11/2025), sebanyak 46,44 poin (0,55%) menjadi 8.416.
Net buy terbanyak melanda saham bank, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 374,47 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 359,95 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 102,41 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 96,97 miliar, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 89,46 miliar.
Baca Juga
Prabowo Targetkan 1 Juta Smartboard Dipasang di Seluruh Sekolah pada 2026
Sebaliknya lima saham berikut tercatat terbanyak dilepas pemodal asing, seperti saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 321,54 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 124,22 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 80,28 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 59,37 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 54,20 miliar.
Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,03%, sektor properti 2,41%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor industri 0,30%, sektor keuangan 0,63%, dan sektor energi 0,91%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar, kesehatan, konsumer non primer, teknologi, dan transportasi.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham APEX naik 34,51% menjadi Rp 191, saham MINA menguat 34,44% menjadi Rp 242, dan saham RISE naik 19,89% menjadi Rp 10.550. Kenaikan pesat juga melanda saham BEER sebanyak 19,55% menjadi Rp 214, CRSN naik 19,26% menjadi Rp 161, dan NRCA menguat 18,27% menjadi Rp 1.165.
Sedangkan, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Pelemahan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Baca Juga
Laporan FDA Ungkap Arus Pembiayaan Global Jadi Tantangan Baru Komitmen Dana Hijau
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.

