"Breakout", Bitcoin Kembali Bullish di Tengah Waspada Jelang Keputusan The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bitcoin kembali menguat setelah berhasil menembus level krusial US$ 94.500 pada Rabu (10/12/2025) dini hari waktu Asia. Level tersebut memulihkan momentum bullish jangka pendek di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Sebelumnya, Bitcoin sempat kesulitan mengamankan penutupan harian di atas US$ 93.000 setelah membentuk struktur penurunan pada 3 Desember. Konsolidasi sideways berlangsung beberapa hari karena sebagian besar pedagang memilih menunggu arah kebijakan The Fed.
Analis menilai penahanan harga di atas VWAP setelah keputusan FOMC akan menjadi konfirmasi tambahan pembalikan tren. Trader kripto Jelle mencatat pergerakan Bitcoin yang cenderung datar sebelum breakout terjadi.
“Hari ini cukup membosankan, dengan BTC masih berfluktuasi di sekitar pembukaan bulanan. Perhatikan level terendah di bawah 87,6 atau penembusan bersih dari area 93 ribu,” ujar trader kripto Jelle dilansir dari Cointelegraph, Rabu (10/12/2025).
Kendati harga menguat, indikator likuiditas menunjukkan pasar belum menunjukkan keyakinan penuh. Rasio bid-ask Bitcoin tercatat rendah dan tidak konsisten. Saat penurunan tajam November dari US$ 100.000 ke US$ 80.000, rasio tersebut berbalik positif karena aksi beli besar menyerap tekanan jual. Namun pada kenaikan terbaru, belum terlihat penawaran agresif serupa.
Baca Juga
Bitcoin Melemah ke US$ 90 Ribu, Sentimen Pasar Goyah Jelang Keputusan The Fed
Kondisi ini mengindikasikan pergerakan harga lebih dipicu oleh tekanan naik ketimbang masuknya permintaan baru secara signifikan. Dengan kata lain, kekuatan harga belum sepenuhnya ditopang oleh kedalaman pasar.
Data premium harga Bitcoin di berbagai bursa memperlihatkan dinamika sentimen yang beragam. Indeks Premium Korea, indikator sentimen ritel, melemah drastis dari periode reli awal tahun. Pasar Korea yang sebelumnya rutin diperdagangkan dengan premium kini bergerak mendekati nol atau sedikit negatif, menunjukkan minat ritel belum mengikuti kenaikan terbaru.
Baca Juga
45% Gen Z Ingin Dapat Hadiah Berupa Aset Kripto hingga Bitcoin Lampaui Mastercard dan Visa
Sebaliknya, Indeks Premium Coinbase, yang kerap mencerminkan aktivitas investor AS, kembali mencatatkan nilai positif moderat. Secara historis, kondisi ini mengindikasikan fase awal akumulasi spot saat pembalikan tren mulai terbentuk.
Dengan breakout yang terjadi sebelum FOMC, bias pasar saat ini condong ke arah positif. Namun pelaku pasar tetap mewaspadai volatilitas setelah rilis keputusan The Fed, yang diperkirakan menjadi penentu arah berikutnya bagi Bitcoin.

