Goldman Sachs Akuisisi Inovator Senilai US$ 2 Miliar, Tambah ETF Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Goldman Sachs telah sepakat untuk mengakuisisi Innovator Capital Management dengan nilai sekitar US$ 2 miliar, menjadikan penerbit reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dengan hasil pasti ini berada di bawah naungan manajemen asetnya.
Transaksi ini mencakup reksa dana terstruktur yang terhubung dengan Bitcoin, menandai langkah Goldman yang lebih jauh dalam memasuki produk investasi yang terhubung dengan kripto.
Kesepakatan yang dijadwalkan rampung pada kuartal II tahun 2026 ini akan menghasilkan tambahan aset pengawasan senilai sekitar US$ 28 miliar bagi Goldman Sachs Asset Management. Melansir dari Coinmarketcap, Jumat (5/12/2025), bank investasi tersebut melaporkan aset pengawasan senilai US$ 3,45 triliun pada akhir kuartal III.
Baca Juga
Warning! CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Risiko Koreksi di Pasar Saham AS
Goldman menyatakan pembelian ini akan memperluas rencananya untuk ETF aktif dan ETF dengan hasil pasti. Dana dengan hasil pasti menggunakan opsi untuk membatasi kerugian dan menentukan berapa banyak keuntungan aset yang dapat diperoleh investor selama periode tertentu.
Diluncurkan pada bulan Februari, ETF QBF Innovator menggunakan opsi FLEX yang merujuk pada ETF Bitcoin atau Indeks ETF Bitcoin AS Cboe untuk mencerminkan sebagian keuntungan Bitcoin sekaligus membatasi kerugian kuartalan sebesar 20%. Tingkat partisipasi dana saat ini sebesar 71% berarti dana tersebut menangkap 71% dari setiap pergerakan harga Bitcoin yang positif selama periode tersebut.
Baca Juga
Per Jumat, Innovator melaporkan bahwa QBF memiliki nilai pasar sekitar US$ 19,3 juta. Akuisisi ini memperluas bisnis ETF Goldman yang berorientasi pada hasil pasti dan memperkuat posisinya dalam produk investasi terkait mata uang kripto untuk klien institusional dan ritel.
Setelah menganggap mata uang kripto tidak cocok untuk portofolio klien pada tahun 2020, Goldman Sachs semakin optimis terhadap teknologi kripto dan blockchain. Dari tahun 2020 hingga 2024, bank investasi ini berpartisipasi dalam 18 investasi di perusahaan-perusahaan blockchain, menempatkannya di antara para pendukung global paling aktif untuk perusahaan-perusahaan sektor tahap awal.
Pada kuartal II tahun 2024, Goldman membeli saham ETF Bitcoin senilai sekitar US$ 419 juta. Pada kuartal terakhir tahun 2024, laporan SEC menunjukkan Goldman membeli iShares Bitcoin Trust senilai hampir US$ 1,28 miliar dan Wise Origin Bitcoin Fund milik Fidelity senilai US$ 288 juta.
Bank tersebut juga meningkatkan eksposur ETF Ethereum-nya pada kuartal tersebut menjadi US$ 476 juta melalui produk Ethereum dari BlackRock dan Fidelity. Goldman dilaporkan sedang berupaya menciptakan entitas baru yang dirancang untuk menerbitkan dan memperdagangkan instrumen keuangan token.
Pada bulan Juli, laporan menunjukkan Goldman Sachs sedang bersiap untuk memberikan akses kepada klien institusional terhadap reksa dana pasar uang berbasis token dengan penyelesaian 24/7 dan pelacakan kepemilikan berbasis blockchain. Akuisisi Innovator merupakan langkah selanjutnya dalam strategi kripto bank yang terus berkembang.

