Mengapa Bank Raksasa Goldman Sachs Bertaruh Besar pada ETF Bitcoin? Investasi Rp 6,55 Triliun Terungkap
JAKARTA, investortrust.id – Raksasa perbankan internasionalGoldman Sachs mengambil langkah serius dalam dunia mata uang kripto atau cryptocurrency. Menurut pengajuan terbaru mereka ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Goldman Sachs sekarang memiliki sejumlah besar US$ 419 juta atau setara sekitar Rp 6,55 triliun di berbagai ETF Bitcoin.
Salah satu investasi yang menonjol dalam portofolio mereka adalah iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Goldman Sachs memiliki hampir 7 juta lembar saham dari dana ini.
Kepemilikan IBIT mereka bernilai sekitar US$ 238 juta. Begitu besarnya kepercayaan pada Bitcoin, sejak diluncurkan awal tahun ini, IBIT telah menjadi hit di kalangan investor institusi. Dengan cepat peringkatnya naik dalam volume perdagangan harian. Hal ini jelas menunjukkan bahwa bahkan raksasa keuangan tradisional seperti Goldman Sachs melihat Bitcoin sebagai pemain kunci dalam dunia keuangan.
Tapi bukan itu saja, mengutip CoinPedia, Kamis (15/8/2024) BlackRock bukan satu-satunya ETF yang diinvestasikan oleh Goldman Sachs. Mereka telah mendiversifikasi investasi kripto mereka. Mereka memegang 1,5 juta saham Bitcoin ETF (FBTC) Fidelity, yang bernilai hampir US$ 80 juta. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Goldman Sachs serius untuk tetap bertahan dan juga mengelola risikonya.
Baca Juga
Goldman Sachs Targetkan Lansir 3 Proyek Tokenisasi Tahun Ini
Mereka telah mendiversifikasi portofolionya ke lebih banyak ETF. Goldman Sachs juga memiliki saham di ETF Bitcoin terkenal lainnya dari perusahaan seperti Bitwise dan Grayscale. Dengan gabungan semua investasi ini, total kepemilikan bank di ETF Bitcoin mencapai US$ 419 juta yang mengesankan pada 30 Juni 2024.
Sementara itu, baru-baru ini, ETF Bitcoin mengalami lonjakan minat. Misalnya, IBIT BlackRock dan BITB Bitwise masing-masing menghasilkan US$ 34,6 juta dan US$ 16,5 juta hanya dalam satu minggu. Di sisi lain, FBTC Fidelity menambahkan US$ 22,6 juta. Namun, tidak semua ETF berkinerja baik, bahkan ada yang kehilangan nilainya. GBTC Grayscale, misalnya, mengalami arus keluar sebesar US$ 28,6 juta pada 13 Agustus.
Goldman Sachs Bergabung dengan Liga Besar
Investasi Goldman Sachs di ETF Bitcoin menempatkannya di samping bank-bank besar lainnya seperti JP Morgan dan Morgan Stanley. Meskipun CEO Goldman, David Solomon, pernah menyebut Bitcoin “spekulatif”, dia kini mengakui bahwa Bitcoin bisa menjadi penyimpan nilai, seperti halnya emas.
Dengan berinvestasi besar-besaran pada ETF Bitcoin, Goldman Sachs memposisikan dirinya untuk mendapatkan manfaat dari potensi Bitcoin. Dengan cara ini mereka tidak harus memiliki mata uang kripto tersebut. Strategi ini menjadi lebih umum karena lembaga keuangan tradisional mencari cara untuk terlibat dalam dunia kripto sambil mengelola risikonya.
Baca Juga
Simak Wejangan Penting JP Morgan dan Goldman Sachs Soal Halving Bitcoin !
Singkatnya, investasi Goldman Sachs senilai US$ 419 juta pada ETF Bitcoin adalah sinyal kuat bahwa bank melihat masa depan cerah untuk Bitcoin.
Langkah ini menyoroti meningkatnya permintaan aset digital di kalangan institusi dan menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diterima di dunia keuangan arus utama. Karena semakin banyak lembaga keuangan yang mulai menggunakan Bitcoin, jelas bahwa aset digital ini memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.

