Investasi Pariwisata Tembus US$ 53,9 Miliar, Menpar: Peluang Besar bagi Sektor Swasta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investasi sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kebutuhan investasi mencapai US$ 53,9 miliar pada 2025, dan diperkirakan melonjak hingga US$ 91,3 miliar pada 2029. Peningkatan ini diproyeksikan mendorong penciptaan 29 juta lapangan kerja, naik dari 25,9 juta tenaga kerja saat ini.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa peran sektor swasta sangat krusial dalam mempercepat transformasi pariwisata nasional. “Pariwisata adalah ekosistem. Ia hanya bisa tumbuh kuat bila pemerintah dan sektor swasta bergerak bersama dengan visi dan komitmen yang sama,” ujarnya dalam Rapimnas Kadin Indonesia, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga
Menpar: Kinerja Pariwisata Kuartal III Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,04%
Kemenpar telah menetapkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) sebagai pusat akselerasi investasi. Empat di antaranya masuk kategori percepatan dan menawarkan quick wins, sementara enam destinasi lainnya memberikan peluang jangka panjang melalui pengembangan infrastruktur, amenitas, dan konektivitas.
Widiyanti menyampaikan bahwa daya saing Indonesia terus meningkat. Indonesia kini berada di peringkat 22 Travel and Tourism Development Index 2024, dengan target masuk Top 20 dunia pada 2029.
Pemerintah juga menguatkan strategi melalui program Gerakan Pariwisata Bersih, pengembangan Tourism 5.0, quality tourism, serta penyelenggaraan 110 event unggulan Event by Indonesia yang memiliki dampak ekonomi signifikan. Menpar mendorong sektor swasta berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur destinasi, promosi global, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Baca Juga
Pariwisata Bali Mulai Pulih, tapi Ketimpangan & Eksploitasi Alam Kian Mengkhawatirkan
“Peluangnya sangat luas, mulai dari pembangunan hotel, restoran, atraksi wisata, hingga kolaborasi promosi internasional dan pemberdayaan desa wisata,” tutur Widiyanti.
Dengan arah kebijakan yang semakin terkurasi dan kebutuhan investasi yang meningkat, Kemenpar menegaskan bahwa pariwisata akan menjadi salah satu sektor strategis pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun mendatang.

