Devisa Pariwisata Tembus US$ 13,82 Miliar, Menpar Klaim Daya Saing RI Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan daya saing pariwisata Indonesia terus menguat seiring meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional. Sepanjang tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai US$ 13,82 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026), yang membahas evaluasi kinerja pariwisata 2025 sekaligus rencana kerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun anggaran 2026.
Menurut Widiyanti, capaian devisa tersebut sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, tumbuh 10,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga November 2024 tercatat 12,66 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Menpar.
Ia menjelaskan, sekitar 72% dari total kunjungan wisman berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kemenpar. Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17% dari total kunjungan wisatawan asing.
“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Menpari.
Baca Juga
Widiyanti memproyeksikan, setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, total kunjungan wisman sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta kunjungan, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sebesar 15 juta kunjungan.
Selain pasar internasional, kinerja pariwisata domestik juga menunjukkan ketahanan yang kuat. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Menpar menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia di mata wisatawan global sekaligus memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pariwisata sepanjang 2025 menyerap 25,91 juta tenaga kerja. Karena itu, Kemenpar akan terus mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi.
Memasuki 2026, Kemenpar menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, penguatan program Event by Indonesia, serta implementasi Tourism 5.0 yang difokuskan pada digitalisasi perizinan event.

