ENRG Gelar PUB Obligasi Tahap I Rp 500 Miliar, Secara Bersamaan Sahamnya Sentuh ARA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025. Pada tahap pertama ini, perseroan menawarkan obligasi dengan jumlah pokok maksimal Rp 500 miliar, bagian dari total plafon PUB senilai Rp 4 triliun.
Adapun saham ENRG pada perdagangan sesi I hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat senilai Rp 230 (23,86%) menjadi Rp 1.220. Bahkan, saham ENRG sempat sentuh level auto reject atas (ARA) Rp 1.230.
Manajemen ENRGI menyebutkan bahwa dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk pembayaran utang kepada bank dan lembaga keuangan nonbank, serta kebutuhan modal kerja perseroan. Aksi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan efisiensi operasional ENRG.
Baca Juga
ENRG menawarkan obligasi dalam tiga seri, seri A dengan tenor 370 hari, seri B tenor 3 tahun, dan seri C tenor 5 tahun.
Seluruh seri akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan likuiditas di pasar modal. Obligasi Berkelanjutan I ENRG juga memperoleh peringkat A+ (Single A plus) dari Pefindo, menempatkannya pada kategori layak investasi.
Sebagai perusahaan migas dengan portofolio 13 aset hulu di Indonesia dan Mozambik, ENRG terus menunjukkan kinerja operasional solid. Perseroan berhasil menginisiasi produksi Lapangan TSB (Kangean PSC) dengan puncak 300 MMSCFD, mempertahankan produksi gas Bentu PSC sekitar 80 MMSCFD, serta meningkatkan produksi minyak Malacca Strait PSC menjadi 5.000 BOPD dari sebelumnya 1.100 BOPD pada 2017. Produksi gas Sengkang PSC juga terjaga stabil di level 40 MMSCFD. ENRG mencatat Reserves Replacement Ratio 2,15x dan Reserves to Production 10,89x.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Patok Target Harga BBNI Rp 5.000, Begini Perhitungannya
Pada aspek keberlanjutan, ENRG meraih penilaian ESG “Sangat Baik” dari Dunn & Bradstreet, kategori risiko “Medium” dari Sustainalytics, serta penghargaan PROPER Hijau dan Biru dari pemerintah.
Manajemen ENRG menegaskan bahwa aksi korporasi ini sejalan dengan visi perseroan membangun masa depan energi yang berkelanjutan. Dengan proyeksi permintaan minyak naik 139% dan gas melonjak 298% pada 2050, ENRG optimistis sektor migas akan tetap menjadi pilar energi nasional. Perseroan juga akan melanjutkan strategi peningkatan produksi melalui optimalisasi aset dan akuisisi baru.

