Dua Sekuritas Ini Patok Target Harga BBNI Rp 5.000, Begini Perhitungannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dipertahankan rekomendasi beli oleh dua sekuritas berikut, meskipun laba bersih mengalami penurunan hingga Oktober 2025. Rekomendasi beli tersebut mencerminkan fundamentak kuangan yang masih solid.
Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.000 per saham. Target tersebut mencerminkan fundamental masih solid dan kemampuan perseroan untuk mengerek naik margin bunga bersih ke depan.
Baca Juga
Lewat Sosialisasi KPP dan FLPP di Semarang, BNI Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan Rakyat
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.000. Target harga tersebut merefleksikan adanya sejumlah indikator arah perbaikan.
Berdasarkan data kinerja keuangan BBNI bank only dicatatkan kenaikan pendapatan bunga sebanyak 4% dari Rp 53,36 triliun menjadi Rp 55,48 triliun. Sebaliknya PPOP turunturun dari Rp 27,57 triliun menjadi Rp 27,18 triliun. Laba bersih turun dari Rp 18,07 triliun menjadi Rp 16,92 triliun hingga Oktober 2025.
BBNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebanak 10% sepanjang 10 bulan tahun ini. NIM juga turun menjadi 3,8%, bia kredit naik dari 1,0 menjadi 1,1%, dan rasio CASA turun dari 70,6% menjadi 68,4%.
Baca Juga
Dari Tapanuli Tengah, Prabowo Tinjau Penanganan Bencana di Medan dan Aceh
Tim riset Mandiri Sekuritas dalam riset harian menyebutkan bahwa BBNI mencatat penurunan laba sebesar 6% secara tahunan (YoY) sepanjang 10 bulan 2025. Tekanan terutama berasal dari kenaikan biaya dana (cost of funds), pertumbuhan beban operasional, serta peningkatan beban pencadangan.
Meski demikian, kinerja perseroan menunjukkan sinyal perbaikan pada Oktober 2025, ditandai dengan pemulihan net interest margin (NIM) secara berurutan (sequential rebound). Tren ini dinilai menjadi fondasi positif menuju pemulihan profitabilitas ke depan.
Melihat pola tersebut terbuka peluang perbaikan return on equity (ROE) BBNI yang bergantung pada kemampuan perseroan dalam menurunkan cost of funds, menjaga pertumbuhan opex tetap terkendali, serta mengoptimalkan pendapatan non-bunga secara lebih produktif. BNI juga tengah fokus memperbesar portofolio kredit konsumer dan UMKM sebagai strategi jangka menengah untuk mendorong peningkatan NIM.
Baca Juga
BRI, BNI, dan Bank Mandiri Dianugerahi Bank Indonesia Award 2025
Begitu juga dengan Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dari BRI Danareksa Sekuritas. Kedua analis ini menyebutkan bahwa kinerja BBNI bank only pada Oktober 2025 masih netral dengan sejumlah indikator menunjukkan arah perbaikan. NIM mengalami peningkatan secara berurutan, sementara beban operasional (opex) juga membaik.
Hanya saja cost of credit (CoC) terpantau naik, sehingga memberikan sedikit tekanan pada kualitas profitabilitas. Secara keseluruhan, laba kumulatif BBNI hingga Oktober 2025 masih berada dalam kisaran ekspektasi analis. Performa stabil ini mengindikasikan bahwa BBNI tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target kinerja tahunannya, didukung oleh perbaikan margin dan efisiensi operasional yang mulai terlihat.

