BEI Unsuspensi Saham MORA dan RATU, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mulai sesi I, Senin (1/12/2025). Adapun saham MORA dibuka di papan pemantauan khusus (PPK).
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham RATU dan MORA dibuka kembali di pasar regular dan pasar tunai. Hanya saham saham MORA akan masuk dalam daftar pemantauan khusus, karena terkena suspense lebih dari satu hari perdangan.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound Awal Bulan Ini, Tiga Saham Dipimpin CUAN Direkomendasikan Beli
Data BEI mengungkap bahwa saham RATU telah melambung lebih dari 51% menjadi Rp 12.125 dalam sebulan terakhir. Kenaikan dalam tiga bulan terakhir telah lebih dari 85%. Saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini berhasil catatkan penguatan mengesankan dalam beberapa hari terakhir.
Sedangkan penguatan harga saham MORA telah lebih dari 1.490% menjadi Rp 6.075 sepanjang year to date (ytd). Kenaikan dalam sebulan terakhir juga telah lebih dari 598%. Saham MORA juga telah terkena suspense perdagangan berkali-kali dipicu atas lompatan harga tersebut.
Baca Juga
Stimulus Prabowo Dongkrak Optimisme Pemulihan Sektor Properti
Sebelumnya, pemegang saham pengendali PT Candrakarya Multikreasi, meraup dana senilai Rp 480,06 miliar dari penjualan 4,83% saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)Manajemen MORA dalam pengumuman resminya di BEI, Jumat (28/11/2025), menyebutkan bahwa CandrakaryaMultikreasi mendivestasi sebanyak 1,14 miliar saham atau 4,83% saham MORA. Saham tersebut dilepas kemarin dengan harga jual Rp 420 per saham atau jauh di bawah harga pasar Rp 6.075.
Candrakarya Multikreasi tercatat menggenggam 9,65 miliar saham atau 40,83% kepemilikan. Dengan divestasi ini, porsi kepemilikan pengendali tersebut otomatis berkurang menjadi 35,99%.

