Julfi Hadi Mundur dari Dirut Pertamina Geothermal (PGEO), Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Julfi Hadi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 25 November 2025.
Corses PGEO Kitty Andhora mengatakan, dengan ini disampaikan bahwa PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah menerima surat pengunduran diri Bapak Julfi Hadi selaku direktur utama perseroan melalui surat pada 25 November 2025.
“Selanjutnya akan mengikuti ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, yang mewajibkan perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri tersebut,” tulis keterbukaan informasi PGEO di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Pimpin Perusahaan Menuju Energi Hijau, Dirut PGE Julfi Hadi Raih Best CEO Award 2024
Namun demikian Julfi Hadi tidak mengungkap alasan mundur dari posisinya sebagai dirut PGEO. Julfi Hadi sebelumnya diangkat menjadi dirut PGEO berdasarkan keputusan RUPS pada Juni 2023.
Sebelumnya, Pertamina Geothermal (PGEO) mengumumkan kenaikan pendapatanmenjadi US$ 318,86 juta hingga periode 30 September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 306,02 juta.
Beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya tercatat US$ 140,22 juta, naik dari US$ 120,01 miliar per September 2024. Dengan demikian, laba bruto perseroan berada di level US$ 178,65 miliar, sedikit turun dari sembilan bulan tahun 2024 mencapai US$ 186,01 juta.
Baca Juga
PLTP Kamojang PGE (PGEO) Salurkan 1,326 GWh Listrik hingga Kuartal III 2025
Di sisi beban operasional, PGEO mencatatkan peningkatan beban umum dan administrasi US$ 21,17 juta atau lebih tinggi dari pencapaian periode sama tahun sebelumnya hnya US$ 15,03 juta. Sementara itu, pendapatan lain-lain bersih berkontribusi US$ 1,12 juta, meningkat dari US$ 814 ribu tahun lalu.
Dengan capaian tersebut, laba usaha PGEO tercatat US$ 158,60 juta, turun dari US$ 171,80 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari aktivitas keuangan, perseroan mencatat pendapatan keuangan US% 22,04 juta, serta rugi selisih kurs sebesar US$ 10,22 juta. Beban keuangan meningkat menjadi US$ 22,88 juta, dari US$ 16,80 juta pada September 2024.
Setelah memperhitungkan seluruh pos tersebut, laba sebelum pajak PGEO berada di angka US$ 147,52 juta hingga September 2025, dibandingkan US$ 193,21 juta pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba tahun berjalan PGEO turun menjadi US$ 104,26 juta, dibandingkan US$ 133,97 juta pada periode September 2024.

