Net Sell Rp 550,45 Miliar, Asing Lepas Saham BBRI dan BBCA Saat IHSG Cetak Rekor
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 550,45, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025), ditutup melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) dengan kenaikan 80,25 poin (0,94%) menjadi 8.602.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 531,92 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 222,91 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 183,36 miliar, PT MD Entertaintment Tbk (FILM) Rp 134,44 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 75,11 miliar.
Sebaliknya net buy melanda saham berikut PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 158,20 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 128,79 miliar, PT Sentul City Tbk (BKSL) Rp 126,30 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 103,20 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 58,32 miliar.
Baca Juga
Usai Toyota Veloz Hybrid Diluncurkan, Rerating Saham Astra International (ASII) Terbuka
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah saham big cap dan saham yang dikendalikan Happy Hapsoro. Di antaranya, saham RAJA, RATU, MINA, hingga UANG. Kenaikan juga ditopang lomaptan saham DSSA, SMGR, ASII, AMMN, dan BUMI.
Sedangkan sektor utama penopang indeks, yaitu saham sektor energi naik 2,34%, sektor material dasar menguat 1,68%, keuangan 1,96%, sektor infrastruktur 1,12%, konsumer primer 0,69%, dan teknologi 0,67%. Sedangkan sektor kesehatan turun tipis 0,06%.
Di tengah penguatan tersebut, tiga saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham JAWA naik 34,94% menjadi Rp 224 dan DNAR menguat 34,78% menjadi Rp 248.
ARA juga melanda saham MINA sebanyak 25% menjadi Rp 300, CASA menguat 25% menjadi Rp 1.525, BHAT melesat 24,91% menjadi Rp 1.780, dan RAJA melesat 19,82% menjadi Rp 6.500. Meski tak ARA, saham UNTD melesat 33,70% menjadi Rp 123, SSTM naik 24,72% menjadi Rp 1.690, BOGA menguat 22,17% menjadi Rp 1.240, dan PURI melesat 19,89% menjadi Rp 434.
Baca Juga
Bank DBS Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2% di Tahun 2026
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 48,37 poin (0,56%) menjadi 8.521 akibat aksi ambil untung, namun pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 718,62 miliar terbanyakBRMS senilai Rp 1,41 triliun dan BUMI Rp 589,25 miliar.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, khususnya saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham BREN, TPIA, BRPT, hingga CDIA. Sedangakn sektor saham penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor properti 0,94%, sektor teknologi 0,46%, konsumer non primer 0,46%.
Meski IHSG anjlok akibat aksi ambil untung atau profit taking, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) melanda, saham SWID menguat 34,86% menjadi Rp 147, SEMA naik 34,62% menjadi Rp 140, WEHA menguat 34,58% menjadi Rp 144, DNAR menguat 34,31% menjadi Rp 184, MEDS melesat 33,85% menjadi Rp 87, dan KUAS melesat 33,82% menjadi Rp 90.

