ENRG Rampungkan Akuisisi, Jadi Operator Tunggal Blok Kangean
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) resmi merampungkan akuisisi 25% partisipasi interes di Kontrak Kerja Sama (KKS) Kangean pada 25 November 2025. Blok gas yang sebelumnya dimiliki Japan Petroleum Exploration Co Ltd (JAPEX) tersebut berada di Jawa Timur.
Penyelesaian transaksi membuat ENRG kini menjadi pemilik 100% partisipasi interes sekaligus operator tunggal Blok Kangean melalui entitas anaknya. Sebelumnya, perseroan menguasai 75% partisipasi interes.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Kejar Pertumbuhan Produksi 15% di 2025, Fokus Efisiensi dan Ekspansi Aset Migas
Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra S Bakrie menyatakan keyakinannya terhadap potensi jangka panjang Kangean, terutama dari lapangan gas Rancak dan West Kangean. Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia menegaskan perseroan telah menyiapkan rencana pengembangan lapangan Rancak, termasuk pemboran tiga sumur pengembangan, serta memperkuat kegiatan eksplorasi di West Kangean.
Syailendra S Bakrie
“Kami tetap optimistis Kangean akan terus menjadi kontributor utama produksi gas perseroan. Saat ini Kangean merupakan aset gas terbesar kedua dalam portofolio kami,” ujar Syailendra.
Dalam surat terpisah kepada bursa, manajemen Energi Mega Persada menginformasikan bahwa seluruh pendanaan akuisisi berasal dari kas internal perusahaan. Aksi korporasi ini diproyeksikan meningkatkan produksi gas ENRG pada 2027, sekaligus memberi dampak positif terhadap EBITDA, arus kas, dan profil cadangan migas perseroan.
Baca Juga
Pendapatan dan Laba Bersih Energi Mega (ENRG) Kompak Naik Segini
Hingga kuartal III-2025, ENRG membukukan laba bersih US$ 55,65 juta atau sekitar Rp 925,59 miliar, tumbuh 8,54% (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang penjualan bersih US$ 361,38 juta yang naik 13,05% (yoy).
Meski rata-rata produksi gas turun 2% (yoy) menjadi 223,6 juta kaki kubik per hari, peningkatan harga rata-rata membuat total penjualan gas bumi naik 9,36% (yoy) menjadi US$ 220,49 juta. Sementara itu, produksi minyak naik 6% (yoy) menjadi 8.381 barel per hari, meski penjualan minyak terkoreksi 3,45% (yoy) menjadi US$ 112,14 juta.

