Energi Mega (ENRG) Kejar Pertumbuhan Produksi 15% di 2025, Fokus Efisiensi dan Ekspansi Aset Migas
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) tetap mempertahankan target pertumbuhan produksi sebanyak 10–15% sepanjang 2025. Hingga semester I-2025, perseroan telah catatkan kenaikan produksi minyak sebanyak 9% menjadi 8.380 barel per hari.
Direktur Utama & CEO EMP Syailendra S. Bakrie mengatakan, ENRG juga akan melanjutkan efisiensi biaya produksi untuk memperkuat profitabilitas, penyelesaian seluruh pemboran eksplorasi guna menjaga rasio cadangan, dan pencarian peluang akuisisi aset baru untuk pertumbuhan anorganik.
Baca Juga
ENRG Genjot Produksi Blok Kampar, Target Harga Saham Direvisi Naik ke Rp 775
“Kami juga akan menerapkan operasi berkelanjutan dengan standar keselamatan tinggi,” tulisnya dalam siaran pers diterima Investortrust di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Terkait kinerja keuangan hingga semester I-2025, ENRG menorehkan kinerja keuangan dan operasional yang solid. Penjualan bersih 18% menjadi US$ 239 juta, EBITDA tumbuh 25% menjadi US$ 149 juta, dan laba bersih naik 7% menjadi US$ 35 juta dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Syailendra S Bakrie
Wakil Direktur Utama & CFO EMP Edoardus Ardianto menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ini ditopang oleh dua faktor utama, yakni kenaikan produksi minyak 9% menjadi 8.380 barel per hari serta harga jual gas dengan peningkatan 8% menjadi US$6,82 per mcf.
Syailendra S Bakrie menambahkan bahwa aset Siak dan Kampar di Riau berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi minyak, sementara blok Sengkang di Sulawesi Selatan menjaga kestabilan produksi gas. “Kami akan terus melanjutkan eksplorasi dan program pengembangan untuk menjaga serta meningkatkan produksi migas EMP,” ujarnya.
Baca Juga
IHSG Ditutup Cetak Rekor Tertinggi Baru 8.274, Banyak Saham Cetak ARA
Hingga pertengahan 2025, emiten energi milik Grup Bakrie mengelola 13 aset migas dengan cadangan terbukti dan terukur mencapai 434 juta barel ekuivalen dengan rata-rata umur produksi 26 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga gencar mengakuisisi aset baru dan meningkatkan kepemilikan pada blok-blok eksisting, termasuk pengambilalihan mayoritas saham di blok Siak dan Kampar serta peningkatan kepemilikan dari 49% menjadi 100% di blok Sengkang.
Sedangkan dari sisi eksplorasi, dia mengatakan, ENRG mencatat tingkat keberhasilan tinggi dengan menemukan 11 prospek migas dari 18 sumur eksplorasi dalam lima tahun terakhir dan berhasil mempertahankan Reserve Replacement Ratio sebesar 2,1x.
Selain fokus pada kinerja finansial dan eksplorasi, EMP juga memperkuat komitmen Environment, Social, & Governance (ESG). Perusahaan meraih penilaian MEDIUM dari Morningstar Sustainalytics dan GOOD dari Dun & Bradstreet, serta berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001 di lima aset migas utama: Bentu, Korinci Baru, Malacca Strait, Kangean, dan Sengkang. EMP juga menunjuk Deloitte sebagai konsultan independen whistleblowing dan melanjutkan program pengurangan emisi karbon melalui penggunaan transportasi pipa, instalasi panel surya, serta penanaman mangrove di area operasi.

